Waketum PPP Ajak GPK Rajut Persatuan di Tengah Perbedaan
Minggu, 04 Oktober 2020 - 21:06 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi Arwani (dua dari kanan). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berharap pandemi virus Corona (Covid 19) tidak membuat masyarakat terpecah belah. Justru momen ini bisa dimanfaatkan untuk saling menguatkan dan bersatu menghadapi cobaan.
“Covid-19 memaksa Bangsa Indonesia untuk mempunyai rancangan baru, tatanan baru, karena ini penting, semua orang harus berubah,” kata Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi Arwani dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (4/10/2020).
Sosialisasi Empat Pilar MPR digelar bekerja sama dengan dengan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dan DPC PPP Bojonegoro.
Arwani mengajak kader GPK untuk ikut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah oleh isu apa pun. Sebagai kader muslim, GPK mengingatkan umat Islam bersikap dewasa dengan berbagai perbedaan, termasuk berbeda dalam melakukan ritual keagamaan.
“Tak terkecuali dalam hal ritual keagamaan jangan sampai malah terpecah belah” kata Arwani.(Baca juga: Harga Swab Test Rp900 Ribu, Pemerintah Segera Buat Surat Edaran )
Arwani juga menyinggung isu yang selalu hangat setiap Bulan September, yakni isu tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut dia, pemberontakan dan Pengkhinatan PKI adalah fakta, sehingga tidak tepat jika ada pejabat pemerintah yang berupaya untuk menghilangkan sejarah kelam bangsa tersebut.
Walaupun begitu, Arwani meminta Bangsa Indonesia tidak larut dalam isu bangkitnya PKI, tetapi tidak boleh juga terlena atau lengah terhadap upaya yang bertujuan mencabut TAP MPRS XXV/MPRS/1966 tahun 1966.
“Covid-19 memaksa Bangsa Indonesia untuk mempunyai rancangan baru, tatanan baru, karena ini penting, semua orang harus berubah,” kata Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi Arwani dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (4/10/2020).
Sosialisasi Empat Pilar MPR digelar bekerja sama dengan dengan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dan DPC PPP Bojonegoro.
Arwani mengajak kader GPK untuk ikut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah oleh isu apa pun. Sebagai kader muslim, GPK mengingatkan umat Islam bersikap dewasa dengan berbagai perbedaan, termasuk berbeda dalam melakukan ritual keagamaan.
“Tak terkecuali dalam hal ritual keagamaan jangan sampai malah terpecah belah” kata Arwani.(Baca juga: Harga Swab Test Rp900 Ribu, Pemerintah Segera Buat Surat Edaran )
Arwani juga menyinggung isu yang selalu hangat setiap Bulan September, yakni isu tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut dia, pemberontakan dan Pengkhinatan PKI adalah fakta, sehingga tidak tepat jika ada pejabat pemerintah yang berupaya untuk menghilangkan sejarah kelam bangsa tersebut.
Walaupun begitu, Arwani meminta Bangsa Indonesia tidak larut dalam isu bangkitnya PKI, tetapi tidak boleh juga terlena atau lengah terhadap upaya yang bertujuan mencabut TAP MPRS XXV/MPRS/1966 tahun 1966.
Lihat Juga :