Di Balik Perang Azerbaijan-Armenia dan Konflik Nagorno-Karabakh yang Absurd

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Sebagai negara bekas jajahan Uni Sovyet dan masuk dalam wilayah Kaukasia, Georgia memilih untuk bersikap netral dan ingin menjadi mediator. Sementara Rusia dalam posisi dilema mengingat Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan sedang tidak harmonis. Dalam hal ini Rusia pun memilih bersikap netral. PM Armenia tersebut belum membahas meminta bantuan Moscow. Ia masih mengharapkan partisipasi dari Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO), yaitu aliansi militer yang ditandatangani oleh negara-negara Eropa Timur-Asia Tengah eks Uni Sovyet yaitu Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kyrgystan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Iran nampaknya akan kembali fokus pada persoalan Kaukasia Selatan. Karena selain Turki dan Rusia, pemgaruh Iran sebagai aktor regional sangat kuat. Terlebih kesepakatan nuklir blok barat Join Comprehensive on A Action (JCPOA) mengalami kegagalan. Iran akan bermain sangat hati-hati jika kedepan yang dihadapi adalah Turki dan Rusia. Turki menyatakan akan membela Azerbaijan baik di meja perindungan ataupun di medan perang, hal ini bertentangan dengan Perancis yang mendukung Armenia.

Dalam pidatonya di stasiun TV lokal (Madaniyat TV), Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah memerintahkan operasi kontra ofensif berskala besar. Hal itu dilakukan lantaran Armenia melakukan penyerangan bertubi-tubi terhadap Azerbaijan. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi semua pihak. Indonesia sendiri sudah menyatakan agar perang segera dihentikan.

Di Balik konflik Nagorno-Karabakh
Perang Azerbaijan dan Armenia sejak 1988-1994 ini nampaknya akan terus menjadi perhatian dunia sejak. Satu sisi secara hukum internasional Nagorno-Karabakh masuk wilayah Azerbaijan, sementara wilayahnya dihuni etnis Armenia. Di sisi lain juga Nagorno-Karabakh ingin memisahkan diri dan merdeka sejak 1990 dan tidak diakui oleh negara manapun. Konflik Kaukasia Selatan akan mereda andai saja Armenia tidak mengganggu stabilitas keamanan di Nagorno-Karabakh apalagi sampai memprovokasi agar merdeka.

Turki dan Rusia menjadi barometer dalam konflik ini mengingat hal ini sudah diprediksi saat keruntuhan Uni Sovyet bahwa koridor pipa di Kaukasia Selatan merupakan jalur pipa sebagai akses pengiriman minyak dan gas ke pasar internasional dari laut Kaspia. Laut Kaspia sendiri sampai hari ini pun masih menjadi konflik. Dengan cadangan 16 % minyak dunia atau sekitar 200 Milyar barel, tentu menatim banyak pihal asing untuk melakukan eksploitasi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
Rekomendasi
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved