Harga Swab Test Masih Dikaji, Laboratorium Masih Dimungkinkan Ambil Untung

Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:24 WIB
loading...
Harga Swab Test Masih...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan harga PCR atau swab test masih terus dikaji untuk memastikan harganya dapat dijangkau oleh masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan harga PCR atau swab test masih terus dikaji untuk memastikan harganya dapat dijangkau oleh masyarakat. (Baca juga: Satgas: Pemerintah Hanya Tanggung Biaya Perawatan Covid-19 di RS Rujukan)

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan tarif swab berkisar antara Rp493.000 sampai Rp797.000. “Masih dikaji terus oleh pemerintah karena kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (1/10/2020). (Baca juga: Update Corona: Positif 291.182 Orang, 218.487 Sembuh dan 10.856 Meninggal)

Dia menuturkan bahwa selain daya jangkau masyarakat, penentuan harga juga mempertimbangkan keuntungan bagi laboratorium penyedia layanan test. Dia mengatakan penetapan harga nantinya tetap memungkinkan untuk ambil untung. “Kita harus memastikan bahwa penyelenggara tes tersebut juga bervariasi dan memang sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan. Tentunya pasti mengambil untung juga pasti harus dilakukan. Tapi dengan jumlah yang terbatas karena ini adalah masa pandemi. Sehingga toleransi yang terjadi secara keseluruhan,” ungkapnya. (Baca juga: Sebanyak 10.856 Orang Meninggal Akibat Covid-19)

Wiku mengatakan jika sudah ditetapkan pemerintah akan mengumumkan kepada publik. “Itu nanti akan kami umumkan kepada publik setelah semua kajian tersebut selesai,” katanya. dita angga
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
Berita Terkini
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
1 Polisi Gugur dan 2...
1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Residivis Narkoba, Bareskrim Buru Bandar
Brigjen Pol LMI Jadi...
Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Pengamat Apresiasi Sikap Tegas Polri
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
Polda Metro Jaya Optimistis...
Polda Metro Jaya Optimistis Praperadilan Roy Suryo Ditolak Hakim
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved