Imunisasi, Hak Dasar dan Kewajiban Lindungi Populasi

Kamis, 01 Oktober 2020 - 15:46 WIB
loading...
Imunisasi, Hak Dasar...
Program imunisasi tetap digenjot meskipun sedang dalam masa pandemi Covid-19. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Layanan imunisasi dasar merupakan hak setiap warga negara Indonesia, terutama anak-anak untuk memperoleh kesehatan. Program tersebut dapat dinikmati sejak usia di bawah lima tahun (balita) hingga kelompok usia sekolah dasar.

Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, anak diwajibkan harus mendapatkan akses layanan imunisasi melalui fasilitas kesehatan seperti posyandu maupun puskesmas. Vaksinasi tersebut ditujukan demi mencegah anak dari paparan infeksi berbagai macam penyakit atau virus yang mengancam kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Communication for Development Specialist UNICEF Indonesia, Rizky Ika Syafitri mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan pihak terkait lain berupaya memastikan hak tersebut tetap terpenuhi. Bahkan, UNICEF mengapresiasi komitmen pemerintah terhadap layanan imunisasi dasar bagi usia balita hingga sekolah dasar yang diberikan secara gratis melalui posyandu maupun puskesmas.

“Indonesia sudah 30 tahun lebih melaksanakan program imunisasi. Di dunia bahkan lebih lama lagi. Sudah terbukti menyelamatkan jutaan anak dari kematian, kesakitan, dan kecacatan. Ini luar biasa manfaatnya. Masyarakat harusnya betul-betul mengambil manfaat dari program yang disediakan pemerintah ini,” kata Kiki, sapaan akrab Rizky, dalam diskusi FMB9 secara daring, Kamis (1/10/2020).

(Baca: IDAI: Imunisasi Dasar Tetap Penting Meskipun Sedang Pandemi)

Tak hanya hak, lanjut Kiki, imunisasi juga merupakan sebuah kewajiban. Ketika sudah mendapatkan imunisasi, akan menjadi sehat dan kebal terhadap sejumlah penyakit. Kondisi itu juga secara tidak langsung akan melindungi orang lain di sekitarnya.

“Kita melindungi orang lain karena tidak semua orang itu punya kondisi tubuh yang ideal untuk menerima manfaat imunisasi. Misalnya, orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, orang tua yang sangat rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Dengan imunisasi ini, mereka tidak perlu imunisasi karena ada hambatan, tetapi akan mendapatkan manfaatnya jika sebagian besar populasi diimunisasi dan terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Mereka ini akan mendapatkan benefit (keuntungan) juga,” ujarnya.

Lantaran itu, dirinya mendorong program imunisasi terus digalakkan ke berbagai daerah, terutama di kawasan pelosok yang kerap sulit dijangkau karena keterbatasan akses konektivitas. Salah satunya yang dilakukan Kemenkes, pemerintah daerah, dan UNICEF di Papua, tahun lalu dengan memberikan vaksinasi polio di beberapa kabupaten atau distrik.

(Baca: Menlu: Indonesia Dapatkan Akses Vaksin Sebesar 20 Persen dari Total Populasi)

Menurut data UNICEF, ada sekitar 1 juta anak yang tersebar di 5.200 desa. Umumnya wilayah yang dijangkau tersebut berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

“Ini bukan hal yang mudah, apalagi kondisi geografis dusun di Papua yang juga sulit dijangkau. Kami koordinasi dengan pemerintah setempat, tokoh adat, pemuka agama untuk memastikan layanan imunisasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ini sekaligus mengingatkan kepada semua. Sayang sekali kalau program yang sudah begitu baik, efektif, aman dan melindungi anak, tetapi tidak dimanfaatkan,” pesannya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
BGN Wajibkan Dapur MBG...
BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita, Ahli Gizi: Fokus Tekan Stunting
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Cinta Laura Kiehl Ditunjuk...
Cinta Laura Kiehl Ditunjuk Jadi Duta Nasional Terbaru UNICEF Indonesia
MBG untuk 3B Capai 3...
MBG untuk 3B Capai 3 Juta Penerima Manfaat, Prabowo Apresiasi Tim Pendamping Keluarga
Mengkhawatirkan, Indonesia...
Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Punya Anak Balita, Ria...
Punya Anak Balita, Ria Ricis Mengaku Sedih Lihat Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Berita Terkini
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved