Nakes Terus Berguguran, Satgas Covid-19 Perlu Prioritaskan Hak Tenaga Medis
Kamis, 01 Oktober 2020 - 05:35 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Terus bertambahnya tenaga kesehatan (nakes) terinfeksi hingga gugur akibat Covid-19 menuai keprihatinan publik. Berdasarkan data dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI), sebanyak 228 nakes telah gugur hingga Selasa (29/9/2020) lalu.
Bila dirinci, terdapat 127 dokter, 9 dokter gigi, dan 92 perawat yang meninggal dunia selama pandemi. Angka kematian nakes di Indonesia pun termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia. (Baca juga: Ahli Epidemi: Tenaga Kesehatan Itu Manusia Juga!)
Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Vunny Wijaya memahami langkah pemerintah yang secara berkelanjutan melakukan penambahan atau rekrutmen nakes untuk ditempatkan di rumah sakit penanganan khusus Covid-19 dan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.
“Namun, rekrutmen nakes juga perlu diiringi dengan tinjauan komprehensif terhadap praktik penanganan Covid-19 itu sendiri. Misalnya, soal manajemen kerja atau jam kerja yang dibebankan kepada nakes. Tak bisa dipungkiri bahwa kelelahan dan jam kerja yang panjang membuat nakes lebih rentan tertular,” ujarnya kepada SINDOnews, Rabu (30/9/2020). (Baca juga: Lindungi Dokter dan Perawat, Satgas Corona Beri Sejumlah Fasilitas)
Selain itu, tinjauan terhadap kelengkapan dan standar alat pelindung diri (APD) yang digunakan juga sangat penting. Menurut laporan sejumlah faskes, APD yang tersedia masih minim bahkan stoknya juga menipis.
Bila dirinci, terdapat 127 dokter, 9 dokter gigi, dan 92 perawat yang meninggal dunia selama pandemi. Angka kematian nakes di Indonesia pun termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia. (Baca juga: Ahli Epidemi: Tenaga Kesehatan Itu Manusia Juga!)
Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Vunny Wijaya memahami langkah pemerintah yang secara berkelanjutan melakukan penambahan atau rekrutmen nakes untuk ditempatkan di rumah sakit penanganan khusus Covid-19 dan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.
“Namun, rekrutmen nakes juga perlu diiringi dengan tinjauan komprehensif terhadap praktik penanganan Covid-19 itu sendiri. Misalnya, soal manajemen kerja atau jam kerja yang dibebankan kepada nakes. Tak bisa dipungkiri bahwa kelelahan dan jam kerja yang panjang membuat nakes lebih rentan tertular,” ujarnya kepada SINDOnews, Rabu (30/9/2020). (Baca juga: Lindungi Dokter dan Perawat, Satgas Corona Beri Sejumlah Fasilitas)
Selain itu, tinjauan terhadap kelengkapan dan standar alat pelindung diri (APD) yang digunakan juga sangat penting. Menurut laporan sejumlah faskes, APD yang tersedia masih minim bahkan stoknya juga menipis.
Lihat Juga :