Sosok Andi Taufan, Stafsus Presiden yang Suratnya ke Camat Bikin Geger
Rabu, 15 April 2020 - 14:27 WIB
loading...
Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan. Foto: Okezone.com/Dok. Amartha
A
A
A
JAKARTA - Nama Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Andi Taufan Garuda Putra atau biasa dipanggil Taufan tengah menjadi pembicaraan publik. Namanya mencuat karena suratnya kepada camat se-Indonesia viral di media sosial.
Surat berkop Sekretariat Kabinet itu berisi informasi dan permintaan dukungan kepada seluruh camat se-Indonesia terhadap PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menjalankan program Relawan Desa Lawan Covid-19.
Surat tersebut membuat Andi Taufan banjir kecaman. Selain isinya dinilai janggal, surat yang dilayangkannya itu menggunakan kop Sekretariat Kabinet. Apalagi PT Amartha adalah perusahaan yang dipimpinnya. (Baca juga: Maladministrasi, PKS Minta Jokowi Tegur Stafsus Andi Taufan )
Taufan merupakan pendiri dan saat ini masih aktif menjabat sebagai CEO Amartha, perusahaan pembiayaan digital atau fintech peer to peer (p2p) lending. Bisnis yang menyasar usaha mikro masyarakat kelas bawah itu didirikannya pada 2010 di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.
Usahanya kian meroket. Pada 2016, Amartha berkembang menjadi perusahaan fintech yang berupaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia. Hingga 2019, Amartha memiliki sekitar 340 ribu mitra pada segmen mikro dan perempuan di desa-desa.
Surat berkop Sekretariat Kabinet itu berisi informasi dan permintaan dukungan kepada seluruh camat se-Indonesia terhadap PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menjalankan program Relawan Desa Lawan Covid-19.
Surat tersebut membuat Andi Taufan banjir kecaman. Selain isinya dinilai janggal, surat yang dilayangkannya itu menggunakan kop Sekretariat Kabinet. Apalagi PT Amartha adalah perusahaan yang dipimpinnya. (Baca juga: Maladministrasi, PKS Minta Jokowi Tegur Stafsus Andi Taufan )
Taufan merupakan pendiri dan saat ini masih aktif menjabat sebagai CEO Amartha, perusahaan pembiayaan digital atau fintech peer to peer (p2p) lending. Bisnis yang menyasar usaha mikro masyarakat kelas bawah itu didirikannya pada 2010 di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.
Usahanya kian meroket. Pada 2016, Amartha berkembang menjadi perusahaan fintech yang berupaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia. Hingga 2019, Amartha memiliki sekitar 340 ribu mitra pada segmen mikro dan perempuan di desa-desa.