IDI Dukung Erick Thohir Sehatkan Industri Alkes dalam Negeri

Selasa, 05 Mei 2020 - 17:29 WIB
loading...
IDI Dukung Erick Thohir...
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendukung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, untuk menyehatkan industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri. Foto/iNews
A A A
JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendukung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, untuk menyehatkan industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri. Diketahui, Erick Thohir sedang fokus menyusun roadmap Health Security Nasional sebagai langkah meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri.

Selain menciptakan kemandirian bangsa yang bakal menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya, juga mengurangi impor dan memberantas praktek mafia alat kesehatan.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi mengapresiasi rencana itu. Sebab, diakuinya bahwa konsep Health Security Nasional dari BUMN harus sudah disiapkan.

"Kita harus apresiasi apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN terkait dengan hal ini karena menyangkut hajat rakyat banyak salah satunya aspek kesehatan," ujar Adib, Selasa (5/4/2020).

Adib mengatakan, Pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan kemandirian bangsa khususnya dalam bidang kesehatan. Tidak terus-terusan tergantung dengan alat kesehatan dari Negara lain.

"Di saat situasi seperti ini kita terlihat sangat tergantung negara lain, apakah itu sarana prasarana, apakah itu alat kesehatan, apakah itu obat-obatan, artinya tergantung dengan impor," ungkapnya.

(Baca juga: Rencana Geser Cuti Lebaran Pada Hari Raya Idul Adha Belum Final)

Dia mengatakan, sebanyak 90% bahan baku, obat-obatan, alat kesehatan banyak yang didatangkan dari luar negeri, tentunya pola seperti ini harus dirubah dengan membuat blue print yang menjadi prioritas jangka pendek, menengah dan jangka panjang. "Saya kira cukup bagus bagi kesehatan Indonesia ke depan," kata Adib.

Dia melanjutkan, untuk membangun sebuah sistem kesehatan, tidak bisa hanya membangun dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) atau hanya sekadar mengandalkan katakanlah pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga dibutuhkan subsistem logistik.

"Logistik itu salah satunya Alkes, obat-obatan serta sarana dan prasarana pendukung di dalam kesehatan lainnya," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, IDI bakal sangat mendukung terkait kebijakan tersebut, dengan membantu dalam bentuk penelitian dan pengembangan, menjadi bagian dalam pengembangan industri kesehatan Indonesia.

"Bukan tidak mungkin kita juga akan siap untuk memback up, dalam bentuk research and development, karena dari sini lah wujud kemandirian bangsa. Jika Indonesia mampu membangun industri kesehatan, banyak sekali yang bisa kita lakukan dan bukan tidak mungkin, harga pelayanan kesehatan dalam tanda kutip bisa diturunkan, itu sangat baik untuk Negara, untuk pembiayaan kesehatan kedepan akan bisa ditekan," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
Kemenkes Keluarkan Surat...
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya
Aktivis KontraS Andrie...
Aktivis KontraS Andrie Yunus Dirawat di RSCM, Kemenkes: Akan Kita Gratiskan
IHC Bersama RS Kemenkes...
IHC Bersama RS Kemenkes Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Profil Pendidikan Benjamin...
Profil Pendidikan Benjamin Paulus Octavianus, Wamenkes Baru Lulusan FK UKI dan UB
Kemenkes dan Jerman...
Kemenkes dan Jerman Luncurkan ACTIVE 2.0 untuk Penanganan Kanker Serviks di Indonesia
Rekomendasi
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved