Iklan Obat Berbahaya Marak, BPOM Harus Aktif Edukasi Masyarakat

Jum'at, 25 September 2020 - 19:43 WIB
loading...
A A A
"BPOM pasti tidak bisa bekerja sendiri untuk memberikan informasi itu secara lebih luas, lalu kemudian bisa langsung diterima oleh masyarakat paling bawah maka perlu ada strategi yang lebih jitu lagi bagi BPOM selain pengawasan langsung, monitoring. Dari temuan-temuan itu, perlu juga ada edukasi bagi masyarakat biar gak gampang tergiur iklan," katanya. (Baca juga: BPOM Temukan 1,6 Juta Obat Ilegal Senilai Rp4 Miliar di Tanah Air )

Ketua Umum PP Fatayat NU itu mencontohkan maraknya iklan-iklan kecantikan atau pelangsing tubuh yang kerap kali karena masyarakat ingin tampil cantik dan langsing maka dengan mudah membeli produk-produk kecantikan dari iklan yang diterima. "Masyarakat mudah banget percaya. Kondisi warga kita begitu memang makanya negara harus punya strategi untuk membentengi itu," tuturnya.

Di sisi lain, kata Anggia, masyarakat juga harus cerdas dan berhati-hati ketika mendapatkan iklan produk-produk kesehatan atau kecantikan harus dipelajari dengan baik sehingga produk yang dibeli dipastikan bukan produk yang membahayakan. "Harus ada feeding dari negara keterampilan apa yang harus dipunyai oleh warga ketika mendapatkan iklan atau produk-produk yang kita tidak familiar," tuturnya.

Menurutnya, di BPOM sudah ada informasi bagaimana mengenali produk yang sehat dan tidak membahayakan kesehatan. "Contoh sederhana kalau tulisannya saja kita nggak bisa baca masa iya kita beli. Nah masyarakat harus cerdas. Kalau ragu-ragu ya kita tanya pada orang yang berkemampuan. Misalnya di desa mungkin ada Puskesmas, jadi negara, BPOM harus memberikan edukasi ke masyarakat," pungkas Anggia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
BPOM: Isu Wajib Apoteker...
BPOM: Isu Wajib Apoteker di Minimarket Hoaks, yang Diatur Pengelolaan Obatnya
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
BPOM dan BGN Kerja Sama...
BPOM dan BGN Kerja Sama Perkuat Pengawasan Keamanan Program MBG
Kepala BPOM Beberkan...
Kepala BPOM Beberkan Capaian WHO Listed Authority di National University of Singapore
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rekomendasi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Berita Terkini
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved