Politikus Hanura Sarankan JK dengan SBY Didudukkan Satu Meja
Jum'at, 25 September 2020 - 16:20 WIB
loading...
Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyarankan agar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didudukkan dalam satu meja bersama Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyarankan agar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didudukkan dalam satu meja bersama Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal tersebut menurut Inas Nasrullah Zubir perlu untuk meluruskan pernyataan JK pada acara obrolan yang ditayangkan di Channel YouTube Helmy Yahya Bicara, Selasa 22 September 2020. Inas pun menilai heran tanggapan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ossy Dermawan yang membantah pernyataan dia sebelumnya bahwa SBY tidak peduli dengan perekonomian Indonesia ketika menjabat Presiden RI. (Baca juga: Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres Zaman SBY atau Jokowi, JK Bilang Begini)
"Sangat mengherankan tanggapan Ossy tersebut, pasalnya adalah JK yang mengatakan bahwa urusan perekonomian di era SBY diserahkan ke Wapres, jadi jelas kaitannya dengan SBY sebagai kepala negara, kok berani-beraninya menyerahkan urusan ekonomi ke JK?" ujar Inas Nasrullah Zubir kepada SINDOnews, Jumat (25/9/2020).
Padahal, kata Inas, seharusnya urusan ekonomi menjadi tanggung jawab Presiden pada saat itu, yakni SBY. "Jadi harus diluruskan pernyataan JK tersebut dengan mendudukkan beliau dengan SBY dalam satu meja untuk sama-sama menjelaskan kepada masyarakat, apakah betul pernyataan JK tersebut? Jangan sampai berkembang menjadi polemik yang menyesatkan! Apalagi kita tahu banyak proyek yang mangkrak serta maraknya mafia migas saat itu yang merugikan keuangan negara," kata Inas.
Sedangkan soal keberhasilan SBY, diakui Inas tentu ada. "Tapi tidak perlu dibesar-besarkan karena memang sudah tugas Presiden untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya," katanya. (Baca juga: Komentari Pernyataan JK, Politikus Hanura Anggap SBY Tidak Peduli Perekonomian Indonesia)
Hal tersebut menurut Inas Nasrullah Zubir perlu untuk meluruskan pernyataan JK pada acara obrolan yang ditayangkan di Channel YouTube Helmy Yahya Bicara, Selasa 22 September 2020. Inas pun menilai heran tanggapan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ossy Dermawan yang membantah pernyataan dia sebelumnya bahwa SBY tidak peduli dengan perekonomian Indonesia ketika menjabat Presiden RI. (Baca juga: Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres Zaman SBY atau Jokowi, JK Bilang Begini)
"Sangat mengherankan tanggapan Ossy tersebut, pasalnya adalah JK yang mengatakan bahwa urusan perekonomian di era SBY diserahkan ke Wapres, jadi jelas kaitannya dengan SBY sebagai kepala negara, kok berani-beraninya menyerahkan urusan ekonomi ke JK?" ujar Inas Nasrullah Zubir kepada SINDOnews, Jumat (25/9/2020).
Padahal, kata Inas, seharusnya urusan ekonomi menjadi tanggung jawab Presiden pada saat itu, yakni SBY. "Jadi harus diluruskan pernyataan JK tersebut dengan mendudukkan beliau dengan SBY dalam satu meja untuk sama-sama menjelaskan kepada masyarakat, apakah betul pernyataan JK tersebut? Jangan sampai berkembang menjadi polemik yang menyesatkan! Apalagi kita tahu banyak proyek yang mangkrak serta maraknya mafia migas saat itu yang merugikan keuangan negara," kata Inas.
Sedangkan soal keberhasilan SBY, diakui Inas tentu ada. "Tapi tidak perlu dibesar-besarkan karena memang sudah tugas Presiden untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya," katanya. (Baca juga: Komentari Pernyataan JK, Politikus Hanura Anggap SBY Tidak Peduli Perekonomian Indonesia)
Lihat Juga :