Politikus Hanura Sarankan JK dengan SBY Didudukkan Satu Meja

loading...
Politikus Hanura Sarankan JK dengan SBY Didudukkan Satu Meja
Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyarankan agar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didudukkan dalam satu meja bersama Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyarankan agar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didudukkan dalam satu meja bersama Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal tersebut menurut Inas Nasrullah Zubir perlu untuk meluruskan pernyataan JK pada acara obrolan yang ditayangkan di Channel YouTube Helmy Yahya Bicara, Selasa 22 September 2020. Inas pun menilai heran tanggapan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ossy Dermawan yang membantah pernyataan dia sebelumnya bahwa SBY tidak peduli dengan perekonomian Indonesia ketika menjabat Presiden RI. (Baca juga: Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres Zaman SBY atau Jokowi, JK Bilang Begini)

"Sangat mengherankan tanggapan Ossy tersebut, pasalnya adalah JK yang mengatakan bahwa urusan perekonomian di era SBY diserahkan ke Wapres, jadi jelas kaitannya dengan SBY sebagai kepala negara, kok berani-beraninya menyerahkan urusan ekonomi ke JK?" ujar Inas Nasrullah Zubir kepada SINDOnews, Jumat (25/9/2020).

Padahal, kata Inas, seharusnya urusan ekonomi menjadi tanggung jawab Presiden pada saat itu, yakni SBY. "Jadi harus diluruskan pernyataan JK tersebut dengan mendudukkan beliau dengan SBY dalam satu meja untuk sama-sama menjelaskan kepada masyarakat, apakah betul pernyataan JK tersebut? Jangan sampai berkembang menjadi polemik yang menyesatkan! Apalagi kita tahu banyak proyek yang mangkrak serta maraknya mafia migas saat itu yang merugikan keuangan negara," kata Inas.



Sedangkan soal keberhasilan SBY, diakui Inas tentu ada. "Tapi tidak perlu dibesar-besarkan karena memang sudah tugas Presiden untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya," katanya. (Baca juga: Komentari Pernyataan JK, Politikus Hanura Anggap SBY Tidak Peduli Perekonomian Indonesia)

Sebelumnya, Inas Nasrullah Zubir menilai pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang membandingkan gaya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) sangat mengejutkan. Dia menyimpulkan SBY ketika menjabat presiden RI tidak peduli dengan perekonomian Indonesia. "Pernyataan JK tersebut sangat mengejutkan kita semua, bahwa ketika SBY memimpin negeri ini, dia tidak peduli terhadap perekonomian Indonesia, mangkanya diserahkan kepada JK, jangan-jangan juga ketika Boediono menjadi Wapres, masalah perekonomian pun diserahkan juga ke wapres," ujar Inas Nasrullah Zubir kepada SINDOnews, Kamis (24/9/2020). (Baca juga: Di Era SBY, Jusuf Kalla Sangat Terlihat Perannya)

Sebelumnya, JK yang pernah menjadi wapres mendampingi SBY (2004-2009) dan Presiden Jokowi (2014-2019) mengungkapkan bahwa semua masalah ekonomi di era SBY diserahkan kepadanya. Sedangkan di era Jokowi, kata JK, semua hal dirapatkan. Hal itu dikatakan JK saat diwawancarai Helmy Yahya, yang tayangannya diunggah melalui channel YouTube Helmy Yahya Bicara.



Pernyataan Inas itu pun dibantah oleh Ossy Dermawan. Ossy mengaku heran dengan tudingan Inas Nasrullah Zubir itu. "Saya heran, yang memberikan pernyataan adalah Pak JK, tapi yang dijelek-jelekkan oleh politisi Hanura ini adalah Pak SBY," ujar Ossy Dermawan kepada SINDOnews, Senin 10 September 2020.

Ossy Dermawan mengatakan bahwa SBY tidak hanya peduli, namun juga menguasai dan memahami perekonomian Indonesia. "Di samping melalui pengalaman panjang, secara akademis, beliau juga pernah mendapatkan gelar Doktor di bidang Ekonomi dari IPB pada 2004," katanya.
(cip)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top