Pilkada di Tengah Pandemi, Mardani Ali Sera Prediksi Kualitas Menurun
Kamis, 24 September 2020 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
“Kemudian, bagaimana menerapkan protokol kesehatan yang ketat? Kita melihat peristiwa tanggal 4-6 September yang lalu ketika pendaftaran paslon ke KPU, protokol kesehatan tidak diindahkan. Lalu, protokol ketat yang dimaksud seperti apa? Perlu didetailkan,” katanya.
(Baca: Pilkada 2020, Saatnya Memilih Pemimpin yang Punya Sense Of Crisis)
Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu memprediksi ada potensi penurunan partisipasi pada pilkada di 270 daerah itu. Partisipasi tingkat masyarakat merupakan salah satu indikator kesuksesan penyelenggaraan pilkada.
“Tapi justru bisa menimbulkan potensi kecurangan dalam pilkada, seperti manipulasi suara dan penyalahgunaan kertas suara. Bahkan, meningkatnya potensi politik uang di masyarakat,” ucapnya.
Mardani menegaskan jangan sampai memaksakan pilkada, tetapi tidak memperhatikan kualitasnya. “Kualitas proses akan mempengaruhi hasil. Perlu diingat, hasil dari pilkada akan dirasakan dalam jangka waktu yang panjang oleh masyarakat,” ujar dia.
(Baca: Pilkada 2020, Saatnya Memilih Pemimpin yang Punya Sense Of Crisis)
Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu memprediksi ada potensi penurunan partisipasi pada pilkada di 270 daerah itu. Partisipasi tingkat masyarakat merupakan salah satu indikator kesuksesan penyelenggaraan pilkada.
“Tapi justru bisa menimbulkan potensi kecurangan dalam pilkada, seperti manipulasi suara dan penyalahgunaan kertas suara. Bahkan, meningkatnya potensi politik uang di masyarakat,” ucapnya.
Mardani menegaskan jangan sampai memaksakan pilkada, tetapi tidak memperhatikan kualitasnya. “Kualitas proses akan mempengaruhi hasil. Perlu diingat, hasil dari pilkada akan dirasakan dalam jangka waktu yang panjang oleh masyarakat,” ujar dia.
(muh)
Lihat Juga :