Empat ABK Asal Tegal Dieksploitasi di Kapal Italia
Rabu, 23 September 2020 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
“Karena sejak diberangkatkan dan sampai di Italia belum pernah dibawa majikannya untuk melapor ke otoritas setempat. Setiap akan melapor, mereka selalu diajak bersembunyi,” tutur Benny.(Baca juga: Bentuk Lembaga Baru, Arief Poyuono Langsung Kritik Anies Baswedan )
Dia menjelaskan keempat PMI mengalami eksploitasi dan tindakan kekerasan selama di kapal, seperti Waktu kerja lebih dari 18 jam dalam sehari dan makanan tidak layak, dan sering dicaci maki.
Pada saat jam istirahat dan makan, mereka sering disuruh mencuci piring kotor sisa makan majikan. Mereka tidak memperoleh perangkat keselamatan kerja sehingga mengalami luka di tangan.
“Kami akan laporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan melaporkan perusahaan pengiriman telah melakukan TPPO. Mereka harus diseret ke pengadilan dan tempat yang layak bagi mereka adalah di penjara,” tutur Benny.
Dia memastikan keempat PMI telah menjalani tes Covid-19 dan hasilnya negatif. Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, para PMI itu ditampung di Shelter UPT BP2MI Jakarta.
Dia menjelaskan keempat PMI mengalami eksploitasi dan tindakan kekerasan selama di kapal, seperti Waktu kerja lebih dari 18 jam dalam sehari dan makanan tidak layak, dan sering dicaci maki.
Pada saat jam istirahat dan makan, mereka sering disuruh mencuci piring kotor sisa makan majikan. Mereka tidak memperoleh perangkat keselamatan kerja sehingga mengalami luka di tangan.
“Kami akan laporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan melaporkan perusahaan pengiriman telah melakukan TPPO. Mereka harus diseret ke pengadilan dan tempat yang layak bagi mereka adalah di penjara,” tutur Benny.
Dia memastikan keempat PMI telah menjalani tes Covid-19 dan hasilnya negatif. Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, para PMI itu ditampung di Shelter UPT BP2MI Jakarta.
(dam)
Lihat Juga :