Indonesia Perlu Belajar dari Selandia Baru Tangani Terorisme

Rabu, 23 September 2020 - 05:09 WIB
loading...
Indonesia Perlu Belajar...
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Laksdya TNI Amarulla Octavian menilai Indonesia perlu belajar dari Selandia Baru dalam menangani terorisme. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) , Laksdya TNI Amarulla Octavian menilai Indonesia perlu belajar dari Selandia Baru dalam menangani terorisme . Dia mengungkapkan Selandia Baru tidak memiliki aturan yang lebih rinci seperti di Indonesia.

"Nah kenapa Selandia Baru itu berhasil, karena komitmen antara aparatnya itu tinggi, jadi meskipun aturannya lemah, meskipun aturannya tumpang tindih," ujar Amarulla Octavian dalam Webinar Bertajuk Operasi Militer Selain Perang TNI: Kontra Terorisme Dalam Perspektif Keamanan Nasional, Selasa (22/9/2020). (Baca juga: Kepemimpinan yang Kuat Faktor Sukses Dominan Selandia Atasi Terorisme)

Dia berpendapat jika aparat di Indonesia punya komitmen yang tinggi maka koordinasi maupun bergerak bersama akan lebih mudah dilaksanakan. "Nah itu lah yang perlu kita belajar dari Selandia Baru," kata dia.

Dirinya tidak sepakat adanya pihak yang berperan sebagai leading sector dari penanganan terorisme. Menurut dia, yang terpenting dalam penanganan terorisme adalah bergerak bersama.

"Jadi jangan sampai misalnya ada kalimat di dalam undang-undang, TNI baru boleh bergerak jika polisi sudah dianggap tidak mampu, ya ini tentu saja menyinggung perasaannya polisi. Kalau menurut saya kenapa ada kalimat seperti ini di undang-undang, kan saya enggak suka," imbuhnya.

Menurut dia, polisi punya kemampuan yang tinggi. Dia melanjutkan, kalau polisi punya harga diri, punya kebanggaan maka tidak akan pernah mengatakan menyerah.

"Nah ini yang mestinya pada level yang lebih tinggi mungkin perlu sedikit ada amandemen, kalimatnya dibuat yang bisa merangkul TNI dan Polri bersama-sama dengan rakyat semuanya," katanya.

Dia menjelaskan bahwa perang melawan tindak pidana terorisme harus membangun kerja sama lintas negara dalam bentuk kerja sama keamanan (Security cooperation) dengan semua negara dan organisasi internasional di dunia. "Perang melawan tindak pidana terorisme adalah aksi militer dalam konteks penegakan hukum dan atau penegakan kedaulatan," ucapnya. (Baca juga: Perlu Ada Harmonisasi Aturan Terkait Keterlibatan TNI Atasi Terorisme)

Ditambahkan Amarulla, perang melawan tindak pidana terorisme tidak lagi mengandalkan aktor-aktor penyelenggara keamanan nasional semata. "Tetapi sudah harus melibatkan banyak lembaga negara dan semua institusi pemerintah lainnya," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Presiden Prabowo Akan...
Presiden Prabowo Akan Beri Pengarahan dalam Apel Dansat TNI 2026 di Unhan
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Unhan RI Cetak Lulusan...
Unhan RI Cetak Lulusan Siap Jaga Kedaulatan Negara
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Rekomendasi
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Berita Terkini
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved