4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
Jum'at, 17 Juli 2026 - 13:47 WIB
loading...
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. Foto: Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk pembebasan 4 WNI ABK yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 disandera oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026. Langkah itu dilakukan lantaran 4 ABK itu bekerja di kapal asing.
Untuk itu, Mukhtarudin akan berkoordinasi dengan Kemlu. "Ya itu di Kemlu. Saya koordinasi sama Kemlu dulu ya, karena itu kapal-kapal asing, kapalnya kapal asing, dan nanti kita koordinasi sama dari Kemenlu, KBRI-nya seperti apa tidak lanjutnya," ujar Mukhtarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Kendati demikian, Mukhtarudin menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Apalagi, kata dia, pihaknya kerap melangsungkan rapat dengan Kemlu setiap minggunya.
Baca juga: Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
"Tapi kita tetap lakukan koordinasi, kok. Setiap minggu kita ada rapat bersama, koordinasi bersama untuk mengatasi persoalan-persoalan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, khususnya pekerja migran. Nanti kita update," ujar Mukhtarudin.
Sekadar informasi, 4 ABK WNI yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 disandera oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026. Para awak berada dalam kondisi kritis akibat krisis pasokan logistik.
Keluarga korban mendesak pemerintah dan perusahaan kapal untuk segera melakukan negosiasi agar para sandera selamat. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama KBRI Nairobi telah mengonfirmasi bahwa mereka terus berkoordinasi dengan otoritas lokal di Somalia dan pihak terkait untuk mengupayakan pembebasan dengan mengedepankan keselamatan para ABK.
Untuk itu, Mukhtarudin akan berkoordinasi dengan Kemlu. "Ya itu di Kemlu. Saya koordinasi sama Kemlu dulu ya, karena itu kapal-kapal asing, kapalnya kapal asing, dan nanti kita koordinasi sama dari Kemenlu, KBRI-nya seperti apa tidak lanjutnya," ujar Mukhtarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Kendati demikian, Mukhtarudin menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Apalagi, kata dia, pihaknya kerap melangsungkan rapat dengan Kemlu setiap minggunya.
Baca juga: Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
"Tapi kita tetap lakukan koordinasi, kok. Setiap minggu kita ada rapat bersama, koordinasi bersama untuk mengatasi persoalan-persoalan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, khususnya pekerja migran. Nanti kita update," ujar Mukhtarudin.
Sekadar informasi, 4 ABK WNI yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 disandera oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026. Para awak berada dalam kondisi kritis akibat krisis pasokan logistik.
Keluarga korban mendesak pemerintah dan perusahaan kapal untuk segera melakukan negosiasi agar para sandera selamat. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama KBRI Nairobi telah mengonfirmasi bahwa mereka terus berkoordinasi dengan otoritas lokal di Somalia dan pihak terkait untuk mengupayakan pembebasan dengan mengedepankan keselamatan para ABK.
(rca)
Lihat Juga :