Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Senin, 13 Juli 2026 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, teori lain yang relevan adalah Teori Penetapan Agenda (Agenda-Setting Theory) dan Analisis Framing. Seringkali, media massa mendominasi narasi publik dengan nilai-nilai kapitalisme, konsumerisme, dan persaingan bebas, yang secara tidak langsung menyingkirkan koperasi dari radar wacana generasi muda.
Tantangan komunikasi utama bagi koperasi saat ini adalah bagaimana melakukan reframing (pembingkaian ulang) identitas mereka. Koperasi tidak lagi harus dikonotasikan sebagai "lembaga jadul atau konvensional," melainkan harus dibingkai ulang sebagai entitas yang modern, adaptif, digital, dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan tema Hari Koperasi Nasional ke-79, yakni "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya".
Contoh Kasus: Komunikasi Digital Koperasi dan Ekonomi Kreatif
Sebagai contoh kasus nyata, mari kita lihat bagaimana Koperasi Pemuda di sektor agrikultur atau ekonomi kreatif mengadopsi komunikasi digital. Sebuah koperasi kopi di Jawa Barat menghadapi masalah menurunnya partisipasi anggota muda dan minimnya literasi pasar.
Untuk mengatasi hal ini, pengurus koperasi mengubah strategi komunikasi dari rapat fisik yang kaku menjadi komunikasi berbasis platform media sosial, seperti grup diskusi terpimpin di WhatsApp dan kampanye konten visual di Instagram serta TikTok.
Melalui komunikasi partisipatif ini, anggota muda didorong untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan melalui polling digital dan lokakarya interaktif daring. Hasilnya, terjadi peningkatan transparansi secara masif.
Anggota tidak hanya mendapatkan laporan keuangan secara real-time, tetapi juga merasa memiliki ruang untuk menyampaikan ide pemasaran kreatif.
Tantangan komunikasi utama bagi koperasi saat ini adalah bagaimana melakukan reframing (pembingkaian ulang) identitas mereka. Koperasi tidak lagi harus dikonotasikan sebagai "lembaga jadul atau konvensional," melainkan harus dibingkai ulang sebagai entitas yang modern, adaptif, digital, dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan tema Hari Koperasi Nasional ke-79, yakni "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya".
Contoh Kasus: Komunikasi Digital Koperasi dan Ekonomi Kreatif
Sebagai contoh kasus nyata, mari kita lihat bagaimana Koperasi Pemuda di sektor agrikultur atau ekonomi kreatif mengadopsi komunikasi digital. Sebuah koperasi kopi di Jawa Barat menghadapi masalah menurunnya partisipasi anggota muda dan minimnya literasi pasar.
Untuk mengatasi hal ini, pengurus koperasi mengubah strategi komunikasi dari rapat fisik yang kaku menjadi komunikasi berbasis platform media sosial, seperti grup diskusi terpimpin di WhatsApp dan kampanye konten visual di Instagram serta TikTok.
Melalui komunikasi partisipatif ini, anggota muda didorong untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan melalui polling digital dan lokakarya interaktif daring. Hasilnya, terjadi peningkatan transparansi secara masif.
Anggota tidak hanya mendapatkan laporan keuangan secara real-time, tetapi juga merasa memiliki ruang untuk menyampaikan ide pemasaran kreatif.
Lihat Juga :