Menguat di Panggung Geopolitik, Indonesia Dikunjungi Tiga Pemimpin Dunia dalam Sepekan

Rabu, 08 Juli 2026 - 21:28 WIB
loading...
Menguat di Panggung...
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
A A A
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas), Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, menilai rangkaian diplomasi tingkat tinggi yang diterima Presiden Prabowo Subianto sepanjang pekan ini sebagai penanda menguatnya posisi Indonesia di panggung geopolitik kawasan.

Dalam tempo sepekan, Presiden Prabowo menjadi tuan rumah bagi tiga kepala negara dari tiga poros berbeda. Diawali Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko yang melakukan kunjungan kenegaraan pada 1–2 Juli, disusul Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka pada 6 Juli, dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang menjalani kunjungan kenegaraan pada 6–8 Juli.

"Yang terjadi pekan ini bukan sekadar kunjungan protokoler yang berhenti pada foto bersama dan jamuan kenegaraan. Ini adalah konvergensi kepentingan strategis. Dalam hitungan hari, Indonesia didatangi mitra kunci dari Eurasia, dari ASEAN, dan dari Asia Selatan. Itu menunjukkan Jakarta sedang menjadi titik temu diplomasi, bukan sekadar tamu di forum orang lain," ujar Yuddy yang juga pernah menjabat sebagai sekaligus Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia periode 2017–2021.

Yuddy menyoroti kunjungan Presiden Lukashenko sebagai pembuka pekan yang bersejarah. Kunjungan kedua Lukashenko setelah 13 tahun itu menghasilkan peluncuran Peta Jalan Kerja Sama Bilateral Indonesia–Belarus 2026–2030, yang menyasar sektor strategis seperti ketahanan pangan, energi, industri, dan pupuk. Lukashenko bahkan menjadi kepala negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara.

"Belarus adalah pintu Indonesia ke pasar Eurasia. Kerja sama ini bukan simbolis, karena Belarus salah satu anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia, dan kita sudah punya perjanjian dagang dengan blok tersebut. Presiden Prabowo membaca peluang itu dengan jeli," katanya.

Di poros kawasan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN RB) periode 2014-2016 ini juga menilai Leaders' Retreat dengan Singapura memperkuat fondasi kemitraan terdekat Indonesia. Pertemuan itu menghasilkan 26 kesepakatan lintas sektor, termasuk kerja sama lingkungan, kredit karbon, ekonomi digital, dan perdagangan listrik lintas batas, serta pembahasan pengamanan Selat Malaka.

"Menjaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka itu kepentingan vital, bukan hanya bagi Indonesia dan Singapura, tapi bagi perdagangan dunia. Ini menunjukkan Presiden Prabowo mampu merawat mitra terdekat sekaligus menjangkau mitra yang jauh," tuturnya.

Adapun kunjungan PM Modi, menurut Yuddy, menjadi puncak pekan diplomasi dengan capaian paling konkret. Pertemuan bilateral Prabowo–Modi menghasilkan 14 nota kesepahaman dan enam inisiatif strategis di sektor pertahanan, keamanan maritim, ekonomi digital, hingga energi, termasuk kontrak sistem rudal BrahMos dan peluncuran Indonesia Open Network (ION).

Namun bagi Yuddy, warisan paling dahsyat dari kunjungan Modi justru terletak pada diplomasi budaya. Komitmen India mendukung restorasi Candi Prambanan melalui Archaeological Survey of India, lembaga yang sebelumnya menangani konservasi Angkor Wat, dinilai sebagai jembatan yang memperkokoh persahabatan kedua bangsa.

"Prambanan itu bukan sekadar batu candi. Ia adalah bukti hidup ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin lebih dari seribu tahun. Ketika kedua pemimpin sepakat merawat warisan ini bersama, mereka sedang membangun jembatan persahabatan yang jauh lebih kokoh daripada sekadar perjanjian dagang. Ini diplomasi yang punya jiwa," ujarnya.

Yuddy menutup dengan pujian kepada kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, sudah sepantasnya Presiden Prabowo, sebagai pemimpin negara terbesar di ASEAN, menjadi jangkar geopolitik kawasan yang didatangi para pemimpin dunia.

"Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN, dan hari ini kita melihat para pemimpin dunia justru datang ke Jakarta. Ini bukan kebetulan. Ini buah dari kepemimpinan yang punya visi dan wibawa. Sudah sepantasnya Presiden Prabowo menjadi jangkar geopolitik kawasan, tempat berlabuhnya kepentingan banyak bangsa. Itulah yang patut kita apresiasi," pungkasnya.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Harlah ke-28 PKB
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Rekomendasi
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Berita Terkini
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved