Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim

Kamis, 09 Juli 2026 - 06:49 WIB
loading...
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Kapten Korps Komando (KKO) Sugeng Hardjo Taruno gugur ditembak musuh saat berupaya menyelamatkan pasukan Kopassus di Timtim. Foto/penkormar
A A A
JAKARTA - Nama Kapten Korps Komando (KKO) Sugeng Hardjo Taruno bagi prajurit TNI AL laut terutama Korps Marinir sudah tidak asing lagi. Keberaniannya di medan tempur saat Operasi Seroja di Timor Timur (Timtim) sekarang bernama Timor Leste pada 1976 membuatnya selalu dikenang sebagai patriotik, simbol semangat juang, loyalitas, dan pengabdian prajurit Korps Marinir TNI AL.

Peristiwa heroik yang merenggut nyawanya itu berawal saat Markas Komando Operasi Gabungan (Kogasgab) Seroja di Dili pada Agustus 1976 menerima laporan darurat. Satu pasukan Kopassus yang sedang bertempur di wilayah Same, Timtim terkepung pasukan Fretilin.

Persediaan yang amunisi yang menipis, logistikyang hampir habis membuat harapan pasukan Korps Baret Merah untuk bertahan semakin kecil. Di tengah keterbatasan tersebut, para prajurit Kopassus harus bertahan menahan serangan demi serangan sambil menunggu bantuan yang belum tentu dapat menembus medan berbahaya.

Baca juga: Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka

Misi penerbangan menuju Same bukanlah tugas biasa, sebab wilayah tersebut berada dalam kepungan musuh. Sehingga serangan dapat datang dari mana pun. Namun demikian untuk menyelamatkan nyawa para prajurit Kopassus, bantuan harus segera dikirim ke medan tempur meskipun risikonya sangat besar.

Penerbang yang mendapat giliran tugas saat itu memilih tidak melaksanakan penerbangan. Melihat situasi genting tersebut, Kapten KKO Sugeng Hardjo Taruno tanpa ragu melangkah maju. Padahal sehari sebelumnya, dia telah menyelesaikan penerbangan. Namun demi menyelamatkan saudara seperjuangannya, Kapten KKO Sugeng mengambil alih misi yang hampir mustahil itu.

“Baginya, panggilan tugas dan kehormatan seorang prajurit jauh lebih besar dari keselamatan dirinya sendiri,” bunyi keterangan tertulis di laman resmi Instagram @marinir_tni_al dikutip SindoNews, Kamis (9/7/2026).

Lihat video: OPERASI ELIT RIMPAC 2026: Marinir RI Berlatih Air Assault & CQB dengan Pasukan Dunia

Kapten KKO Sugeng dengan sukarela menerbangkan helikopter membawa amunisi, logistik, dan obat-obatan. Meski hujan tembakan musuh, dia tetap menuntaskan misi hingga helikopternya terkena tembakan dan peluru menghantam dadanya. Darah mulai membahasi seragam penerbang yang dikenakannya.

Dengan sisa tenaga, dia terus mengendalikan helikopter dan memastikan tetap berada di jalurnya. Kondisinya semakin melemah, namun misi mengirimkan batuan tidak boleh gagal. Melihat kondisi sang komandan yang lemah, co pilot segera mengambil alih kendali.

Amunisi harus sampai, logistic harus diantarkan dan pasukan yang terkepung harus segera diselamatkan. Keberaniannya dalam menjalankan misi membuat pengiriman bantuan berhasil. Pasukan Kopassus yang sebelumnya dalam kondisi kritis kembali memperoleh amunisi dan perlengkapan tempur. Dukungan itu menjadi titik balik pertempuran. Para prajurit Kopassus berhasil memukul mundur pasukan Fretilin yang sebelumnya melakukan pengepungan dan mengubah pertempuran menjadi kemenangan.

Namun sayang, pada 3 Agustus 1976 Kapten KKO Sugeng gugur akibat luka yang dideritanya di medan tempur. Atas jasa, keberanian, dan pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara, pemerintah menganugerahkan kenaikan pangkat menjadi Mayor KKO (Anumerta) Sugeng Hardjo Taruno
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan 3 Anggota Kopassus Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Melebarkan Sayap Internasional,...
Melebarkan Sayap Internasional, Pegadaian Cetak Kinerja Positif di Timor Leste
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Rekomendasi
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Berita Terkini
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved