Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Rabu, 08 Juli 2026 - 09:54 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), pada Selasa malam (7/7/2026). Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memuji sistem demokrasi India. Dia mengatakan meski berpenduduk miliaran orang, India tetap bisa menjaga stabilitas pemerintahannya.
Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya di depan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modisaat menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (7/7/2026) malam.
Baca juga: Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
"Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," kata Prabowo.
Menurutnya, demokrasi tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari ancaman hingga upaya sejumlah pihak yang ingin melemahkan sistem tersebut. Namun, Prabowo menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan demokrasi.
"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi,” ujarnya.
Baca juga: PM Modi: India Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia
“Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia," sambungnya.
Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan junlah penduduk terbesar di dunia yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman.
“Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri,” ungkapnya.
Prabowo menyebut hal itu pencapaian luar biasa. Ia mengaku bahwa dirinya mempelajari demokrasi India tersebut.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India,” lanjutnya.
Pencapaian ini, menurut Prabowo, mesti dijadikan pelajaran untuk Indonesia dalam menerapkan demokrasi yang lebih baik.
“Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” jelas dia.
Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya di depan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modisaat menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (7/7/2026) malam.
Baca juga: Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
"Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," kata Prabowo.
Menurutnya, demokrasi tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari ancaman hingga upaya sejumlah pihak yang ingin melemahkan sistem tersebut. Namun, Prabowo menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan demokrasi.
"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi,” ujarnya.
Baca juga: PM Modi: India Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia
“Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia," sambungnya.
Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan junlah penduduk terbesar di dunia yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman.
“Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri,” ungkapnya.
Prabowo menyebut hal itu pencapaian luar biasa. Ia mengaku bahwa dirinya mempelajari demokrasi India tersebut.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India,” lanjutnya.
Pencapaian ini, menurut Prabowo, mesti dijadikan pelajaran untuk Indonesia dalam menerapkan demokrasi yang lebih baik.
“Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” jelas dia.
(shf)
Lihat Juga :