Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Selasa, 07 Juli 2026 - 20:28 WIB
loading...
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dalam kunjungannya, PM Modi bersama Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu penting dan sepakat memperkuat kerja sama strategis.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia fokus pada lima pilar utama yakni, pertahanan-keamanan, perdagangan-investasi, ketahanan pangan-energi, hilirisasi, dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto ini menghasilkan berbagai kesepakatan penting lintas sektor,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Dalam bidang pertahanan, kesepakatan tersebut mencakup kerja sama maritim. Di mana kedua negara memperkuat konektivitas dan keamanan di kawasan maritim strategis. Hal ini didorong oleh posisi penting masing-masing sebagai pilar stabilitas di Indo-Pasifik.
Kemudian, teknologi persenjataan. Menurut Nuning panggilan akrabnya, terdapat pembahasan mengenai potensi kolaborasi strategis di industri alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk penjajakan kerja sama dengan produsen rudal gabungan India-Rusia, BrahMos Aerospace.
Lihat video: PM India Narendra Modi Tersentuh dengan Sambutan dari Presiden Prabowo!
“Indonesia menjalin kerja sama pertahanan dengan BrahMos Aerospace untuk pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos guna memperkuat kemampuan pertahanan pantai (coastal defense) nasional. Kesepakatan bernilai sekitar USD630 juta ini mencakup akuisisi rudal, infrastruktur pendukung, pelatihan operator, dan transfer teknologi,” tuturnya.
Bentuk kerja sama konkret lainnya meliputi, Sistem Pertahanan Pantai (Coastal Defense). Hal ini mencakup integrasi rudal anti-kapal berbasis darat untuk mengamankan wilayah maritim dan garis pantai Indonesia yang luas.
Kemudian alih teknologi dan dukungan teknis. Paket kerja sama strategis ini juga mencakup pelatihan operator, pemeliharaan jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur pendukung di Indonesia.
“Alih teknologi ini sering sulit dilaksanakan bila tidak ada saling percaya antarpihak yang bekerja sama, memunculkan ketidakterbukaan yang mengakibatkan gagalnya kerja sama yang profuktif,” ucapnya.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia fokus pada lima pilar utama yakni, pertahanan-keamanan, perdagangan-investasi, ketahanan pangan-energi, hilirisasi, dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto ini menghasilkan berbagai kesepakatan penting lintas sektor,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Dalam bidang pertahanan, kesepakatan tersebut mencakup kerja sama maritim. Di mana kedua negara memperkuat konektivitas dan keamanan di kawasan maritim strategis. Hal ini didorong oleh posisi penting masing-masing sebagai pilar stabilitas di Indo-Pasifik.
Kemudian, teknologi persenjataan. Menurut Nuning panggilan akrabnya, terdapat pembahasan mengenai potensi kolaborasi strategis di industri alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk penjajakan kerja sama dengan produsen rudal gabungan India-Rusia, BrahMos Aerospace.
Lihat video: PM India Narendra Modi Tersentuh dengan Sambutan dari Presiden Prabowo!
“Indonesia menjalin kerja sama pertahanan dengan BrahMos Aerospace untuk pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos guna memperkuat kemampuan pertahanan pantai (coastal defense) nasional. Kesepakatan bernilai sekitar USD630 juta ini mencakup akuisisi rudal, infrastruktur pendukung, pelatihan operator, dan transfer teknologi,” tuturnya.
Bentuk kerja sama konkret lainnya meliputi, Sistem Pertahanan Pantai (Coastal Defense). Hal ini mencakup integrasi rudal anti-kapal berbasis darat untuk mengamankan wilayah maritim dan garis pantai Indonesia yang luas.
Kemudian alih teknologi dan dukungan teknis. Paket kerja sama strategis ini juga mencakup pelatihan operator, pemeliharaan jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur pendukung di Indonesia.
“Alih teknologi ini sering sulit dilaksanakan bila tidak ada saling percaya antarpihak yang bekerja sama, memunculkan ketidakterbukaan yang mengakibatkan gagalnya kerja sama yang profuktif,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :