Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah

Selasa, 07 Juli 2026 - 09:21 WIB
loading...
Andalkan Jokowi, PSI...
Mantan Presiden ke-7 RI Jokowi menginjak kepala kerbau di atas karpet berwarna merah saat menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa di Lampung. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Safari politik Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal berlanjut berkeliling Jawa Tengah (Jateng) pada pertengahan Juli 2026. Kunjungan Jokowi itu juga untuk memastikan Jateng adalah basis PSI alias kandang gajah, bukan lagi kandang banteng atau basis massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Target PSI menjadikan Jawa Tengah kandang gajah tentu tidak mudah. Ada dua penyebab utamanya,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2026).

Pertama, kata dia, pengaruh Jokowi dan Megawati Soekarnoputri berbeda di Jawa Tengah. “Jokowi lebih populis dan Megawati cenderung ideologis,” kata Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.

Baca juga: PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!



Dia menilai pengaruh Jokowi lebih personal, berbasis populis, dan berorientasi pada bantuan sosial (bansos). Menurut dia, pendekatan Jokowi ini lebih pragmatis dan dapat mendongkrak elektoral dalam waktu singkat.

Namun, lanjut dia, pengaruh Jokowi itu tidak mengakar di masyarakat. Karena itu, kata dia, pengaruh Jokowi akan cepat berubah bila popularitasnya meluntur dan masyarakat tidak mendapat bansos.

“Jadi hubungan Jokowi dengan calon pemilih lebih sesaat. Calon pemilih akan berpindah haluan bila mereka tak memperoleh manfaat ekonomi dari Jokowi,” ujar Jamiluddin.

Dia menambahkan, pengaruh Megawati lebih bertumpu pada mesin ideologis dan kultural PDIP yang sudah mengakar sejak Orde Baru. “Pendekatan ini mampu menghasilkan pemilih tradisional PDIP yang memiliki loyalitas ideologis yang kuat terhadap Bung Karno dan Megawati,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pendekatan Megawati menciptakan huhungan yang kuat dengan massa pendukungnya. Hal itu menghasilkan pendukung militan terhadap Megawati.

Dia melihat para pendukung militan ini tak mudah berubah haluan. Slogan mereka, sekali mendukung Megawati, sampai mati tetap Megawati.

“Jadi, melihat pengaruh Jokowi dan Megawati di Jawa Tengah, tampaknya sulit menggeser Jawa Tengah dari kandang banteng ke kandang gajah,” ujarnya.

Menurut dia, pengaruh Jokowi yang populis masih sulit mengalahkan pengaruh Megawati yang ideologis di Jawa Tengah.

Sedangkan kedua, perolehan kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah pada Pileg 2024 menguatkan prediksi PSI akan sulit menjadikan Jawa Tengah sebagai kadang gajah. Jamiluddin mengatakan, PSI hanya memperoleh dua kursi, sementara PDIP menyabet 33 kursi.

“Jumlah kursi yang sangat minim itu membuat PSI di Jateng hanya partai gurem. Padahal pada Pileg 2024 PSI sudah menggunakan slogan PSI partainya Jokowi,” tuturnya.

Dia melanjutkan, Jokowi saat itu juga masih presiden yang memiliki modal politik, modal ekonomi, dan modal sosial. Namun perolehan kursi PSI untuk DPRD Jawa Tengah tetap sangat sedikit.

“Jadi, dari perolehan kursi itu, jelas PSI akan sulit menjadikan Jateng sebagai kandangnya bila hanya mengandalkan Jokowi. Setidaknya perkiraan itu akan berlaku hingga Pileg 2029,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Siap Hadiri Sidang...
Jokowi Siap Hadiri Sidang Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jika Dipanggil Hakim
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Roy Suryo Gugat Praperadilan...
Roy Suryo Gugat Praperadilan Lagi, Kuasa Hukum Jokowi: Tidak Logis, Statusnya Sudah Terdakwa
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Rekomendasi
Apa Beda Wuling Mini...
Apa Beda Wuling Mini EV atau Aira dengan Air EV?
Manohara Masih Doyan...
Manohara Masih Doyan Mi Instan tapi Tubuh Tetap Langsing, Ini Rahasianya!
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
Berita Terkini
Polri Bakal Periksa...
Polri Bakal Periksa Kementerian ESDM Terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU
Breaking News! Roy Suryo...
Breaking News! Roy Suryo Menang Praperadilan
Jokowi Siap Hadiri Sidang...
Jokowi Siap Hadiri Sidang Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jika Dipanggil Hakim
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Presiden Prabowo Anugerahkan...
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Adipura ke PM India Narendra Modi
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Hormati Proses Judicial Review Dosen di MK
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved