Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Senin, 06 Juli 2026 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengajak masyarakat tidak perlu terburu-buru menerimanya sebagai kebenaran mutlak, namun juga tidak perlu menolaknya secara reaktif tanpa kajian yang mendalam karena di tengah lalu lintas informasi di zaman sekarang, siapa pun bisa saja memproduksi informasi tanpa mempertimbangkan akurasi dan integritas moral.
Boni Hargens menegaskan bahwa terlepas dari persoalan akurasi atau kemungkinan agenda di balik survei IndexMundi, penilaian tersebut tentu saja tidak perlu dijadikan referensi dalam mengevaluasi kinerja kepolisian Indonesia. Boni merujuk pada fakta bahwa berbagai lembaga, baik di dalam negeri maupun internasional, telah memberikan apresiasi terhadap transformasi positif yang tengah berlangsung di tubuh Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dia berpendapat, transformasi institusi kepolisian adalah proses jangka panjang yang tidak dapat diukur semata-mata dari satu indeks persepsi. Perubahan budaya organisasi, pembenahan sistem rekrutmen, transparansi anggaran, dan penguatan mekanisme pengaduan masyarakat adalah sejumlah dimensi yang membutuhkan evaluasi komprehensif dan berkelanjutan.
Kepemimpinan yang berorientasi reformasi dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong perubahan yang nyata dan terukur. “Bagaimanapun, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian adalah aset negara yang tidak ternilai. Membangun kepercayaan itu membutuhkan konsistensi, transparansi, dan keberanian untuk terus berbenah, jauh melampaui survei mana pun,” tegas Boni.
Boni Hargens menegaskan bahwa terlepas dari persoalan akurasi atau kemungkinan agenda di balik survei IndexMundi, penilaian tersebut tentu saja tidak perlu dijadikan referensi dalam mengevaluasi kinerja kepolisian Indonesia. Boni merujuk pada fakta bahwa berbagai lembaga, baik di dalam negeri maupun internasional, telah memberikan apresiasi terhadap transformasi positif yang tengah berlangsung di tubuh Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dia berpendapat, transformasi institusi kepolisian adalah proses jangka panjang yang tidak dapat diukur semata-mata dari satu indeks persepsi. Perubahan budaya organisasi, pembenahan sistem rekrutmen, transparansi anggaran, dan penguatan mekanisme pengaduan masyarakat adalah sejumlah dimensi yang membutuhkan evaluasi komprehensif dan berkelanjutan.
Kepemimpinan yang berorientasi reformasi dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong perubahan yang nyata dan terukur. “Bagaimanapun, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian adalah aset negara yang tidak ternilai. Membangun kepercayaan itu membutuhkan konsistensi, transparansi, dan keberanian untuk terus berbenah, jauh melampaui survei mana pun,” tegas Boni.
(rca)
Lihat Juga :