Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru

Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:30 WIB
loading...
Ubedilah Badrun: Kritik...
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dikritik oleh akademisi Rocky Gerung. Foto/SIndoNews
A A A
JAKARTA - Kritik itu hal biasa, apalagi diranah akademik dan ruang publik . Sebab ruang akademik dan ruang publik memang sudah sepatutnya diisi dengan kritik agar tumbuh ide-ide baru atau alternatif pikiran baru yang memungkinkan ide tumbuh dan berkembang untuk menemukan jawaban atas berbagai problem yang dihadapi masyarakat.

Tetapi kritik Rocky Gerung pada mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto yang beredar melalui video itu mengandung kekeliruan yang perlu dikritik sebab lebih terlihat sebagai penghakiman dan menyudutkan Tiyo karena Rocky Gerung lebih sibuk mengkritik diksi satir yang Tiyo sampaikan bukan substansi yang ada dibalik satir simbolik yang Tiyo sebutkan yaitu 'Prabodoh Subiantolol'. Rocky menyebut Tiyo Ardianto bodoh.

“Rocky mestinya membongkar ide dan argumen dibalik satir itu bukan menuduh Tiyo bodoh dan tanpa argumen padahal Rocky belum menguji argumen, ide atau pikiran Tiyo di balik satirnya,” ujar Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun, Jumat (3/7/2025).

Baca juga: Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik

Diksi tersebut adalah satir. Rocky sibuk menghakimi diksi satir itu. Padahal diksi satir itu otoritas pembuat satir. Ketika Tiyo menyebutkan diksi tersebut adalah bagian dari cerita dalam satir tersebut. Tiyo saat itu bercerita tentang kucing yang sakit luka yang lukanya diobati tetapi kucing itu justru marah mencakarya, kucing tidak mampu memahami bahwa obat tersebut akan menyembuhkanya, kucing terus menerus mencakar, lalu Tiyo diakhir cerita memberinama kucing itu 'Prabodoh Subiyantolol'.

Diksi satir simbolik itu biasa dalam sastra kritis dan ia memiliki ruang merdeka untuk disampaikan, apalagi di tengah situasi sosial politik yang penuh represi terhadap kritik. Tiyo tidak menyebutkan kucing itu bernama Prabowo Subianto.

Lihat video: Tiyo Diancam Hukuman, Bung Ray: Bukan Orang yang Berfikir Jangan Dihukum


”Saya kira saya perlu mengutip pandangan M. H. Abrams untuk mengkritik Rocky Gerung. Abrams adalah kritikus sastra legendaris yang menulis buku berjudul A Glossary of Literary Terms. Ia mendefinisikan satire sebagai the literary art of diminishing or derogating a subject by making it ridiculous and evoking toward it attitudes of amusement, contempt, scorn or indignation,” ujarnya.

Jadi secara teoritik dalam bahasa sastra satire apa yang dilakukan Tiyo sah sah saja dan dapat dibenarkan sesuai konteksnya. Jika satire Tiyo membuat sekelas Rocky Gerung gerah itu berati Satire Tiyo berhasil sebab tujuan satire menurut Abrams memang diantaranya bisa membuat pendengar seperti Rocky Gerung itu merasakan situasi contempt (penghinaan), scorn (cibiran) atau indignation (kemarahan).

Problemnya mengapa Rocky Gerung seperti merasa terhina, tercibir dan marah ya sampai-sampai dengan nada keras menyebut Tiyo bodoh. Padahal saat Tiyo mengucapkan satir tersebut ada Rocky Gerung ditempat yang sama dan dia tidak langsung merespon satir Tiyo tersebut di forum tersebut tetapi ia meresponnya sangat terlambat setelah beberapa hari. Sesuatu yang tidak pada konteks peristiwanya.

Rocky meresponnya sangat terlambat di forum yang berbeda dan tidak ada Tiyo. Rocky merasa dirinyalah yang memprovokasi Tiyo karena minta naikan satu oktaf sehingga menurut Rocky ada pihak yang melaporkan dirinya ke polisi meskipun Rocky tak sebutkan siapa yang melaporkanya ke polisi soal tuduhan provokasi terhadap Tiyo itu? Tidak ada satupun pemberitaan tentang laporan tersebut.Mungkinkah Rocky Gerung sedang mengarang cerita?

Jadi, apa yang dilakukan Tiyo sesungguhnya bukan slapstick dan bukan juga sarkasme personal seperti yang dituduhkan Rocky Gerung sebab ia tidak langsung menyerang personal seseorang dengan kata-kata yang kasar. Tetapi ia sesungguhnya membuat perumpamaan atau amsal atau cerita permisalan untuk mengajak audiens berpikir dengan cerita kucing yang diobati yang terus mencakar pemberi obat, dan obat dalam satir Tiyo itu ia maksudkan sebagai kritik.

Adapun nama Prabodoh Subiantolol yang Tiyo sebutkan untuk menamakan kucing itu dimaksudkan untuk seseorang yang enggan diobati atau enggan dikritik. Secara teks bahasa belum tentu nama itu dimaksudkan sebagai Prabowo Subianto.Tetapi Rocky dan Publik mungkin menafsirkan itu Prabowo Subianto. Jadi Rocky terjebak dalam tafsirnya sendiri.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Formula E Shanghai Round...
Formula E Shanghai Round 13 Siap Digelar, Saksikan Keseruannya di VISION+
Berita Terkini
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved