Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Jadi secara teoritik dalam bahasa sastra satire apa yang dilakukan Tiyo sah sah saja dan dapat dibenarkan sesuai konteksnya. Jika satire Tiyo membuat sekelas Rocky Gerung gerah itu berati Satire Tiyo berhasil sebab tujuan satire menurut Abrams memang diantaranya bisa membuat pendengar seperti Rocky Gerung itu merasakan situasi contempt (penghinaan), scorn (cibiran) atau indignation (kemarahan).
Problemnya mengapa Rocky Gerung seperti merasa terhina, tercibir dan marah ya sampai-sampai dengan nada keras menyebut Tiyo bodoh. Padahal saat Tiyo mengucapkan satir tersebut ada Rocky Gerung ditempat yang sama dan dia tidak langsung merespon satir Tiyo tersebut di forum tersebut tetapi ia meresponnya sangat terlambat setelah beberapa hari. Sesuatu yang tidak pada konteks peristiwanya.
Rocky meresponnya sangat terlambat di forum yang berbeda dan tidak ada Tiyo. Rocky merasa dirinyalah yang memprovokasi Tiyo karena minta naikan satu oktaf sehingga menurut Rocky ada pihak yang melaporkan dirinya ke polisi meskipun Rocky tak sebutkan siapa yang melaporkanya ke polisi soal tuduhan provokasi terhadap Tiyo itu? Tidak ada satupun pemberitaan tentang laporan tersebut.Mungkinkah Rocky Gerung sedang mengarang cerita?
Jadi, apa yang dilakukan Tiyo sesungguhnya bukan slapstick dan bukan juga sarkasme personal seperti yang dituduhkan Rocky Gerung sebab ia tidak langsung menyerang personal seseorang dengan kata-kata yang kasar. Tetapi ia sesungguhnya membuat perumpamaan atau amsal atau cerita permisalan untuk mengajak audiens berpikir dengan cerita kucing yang diobati yang terus mencakar pemberi obat, dan obat dalam satir Tiyo itu ia maksudkan sebagai kritik.
Adapun nama Prabodoh Subiantolol yang Tiyo sebutkan untuk menamakan kucing itu dimaksudkan untuk seseorang yang enggan diobati atau enggan dikritik. Secara teks bahasa belum tentu nama itu dimaksudkan sebagai Prabowo Subianto.Tetapi Rocky dan Publik mungkin menafsirkan itu Prabowo Subianto. Jadi Rocky terjebak dalam tafsirnya sendiri.
Problemnya mengapa Rocky Gerung seperti merasa terhina, tercibir dan marah ya sampai-sampai dengan nada keras menyebut Tiyo bodoh. Padahal saat Tiyo mengucapkan satir tersebut ada Rocky Gerung ditempat yang sama dan dia tidak langsung merespon satir Tiyo tersebut di forum tersebut tetapi ia meresponnya sangat terlambat setelah beberapa hari. Sesuatu yang tidak pada konteks peristiwanya.
Rocky meresponnya sangat terlambat di forum yang berbeda dan tidak ada Tiyo. Rocky merasa dirinyalah yang memprovokasi Tiyo karena minta naikan satu oktaf sehingga menurut Rocky ada pihak yang melaporkan dirinya ke polisi meskipun Rocky tak sebutkan siapa yang melaporkanya ke polisi soal tuduhan provokasi terhadap Tiyo itu? Tidak ada satupun pemberitaan tentang laporan tersebut.Mungkinkah Rocky Gerung sedang mengarang cerita?
Jadi, apa yang dilakukan Tiyo sesungguhnya bukan slapstick dan bukan juga sarkasme personal seperti yang dituduhkan Rocky Gerung sebab ia tidak langsung menyerang personal seseorang dengan kata-kata yang kasar. Tetapi ia sesungguhnya membuat perumpamaan atau amsal atau cerita permisalan untuk mengajak audiens berpikir dengan cerita kucing yang diobati yang terus mencakar pemberi obat, dan obat dalam satir Tiyo itu ia maksudkan sebagai kritik.
Adapun nama Prabodoh Subiantolol yang Tiyo sebutkan untuk menamakan kucing itu dimaksudkan untuk seseorang yang enggan diobati atau enggan dikritik. Secara teks bahasa belum tentu nama itu dimaksudkan sebagai Prabowo Subianto.Tetapi Rocky dan Publik mungkin menafsirkan itu Prabowo Subianto. Jadi Rocky terjebak dalam tafsirnya sendiri.
(cip)
Lihat Juga :