Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Rabu, 01 Juli 2026 - 23:58 WIB
loading...
Komunitas Nande Nihon memberikan berbagai informasi mengenai bahasa, budaya, pendidikan, hingga peluang pengembangan karier di Jepang. FOTO/DOK. Nande Nihon
A
A
A
JAKARTA - Meningkatnya minat generasi muda Indonesia untuk belajar, bekerja, hingga melanjutkan pendidikan di Jepang mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang mempermudah akses informasi dan pembelajaran. Salah satunya adalah Nande Nihon, komunitas belajar bahasa dan budaya Jepang yang digagas diaspora muda Indonesia di Negeri Sakura.
Nande Nihon didirikan pada Agustus 2025 oleh Royyuda Agusto Ompusunggu atau yang akrab disapa Sansan. Berbasis pembelajaran daring, komunitas ini hadir sebagai wadah yang menghubungkan anak muda Indonesia dengan berbagai informasi mengenai bahasa, budaya, pendidikan, hingga peluang pengembangan karier di Jepang.
Royyuda mengatakan, ide mendirikan Nande Nihon berawal dari pengamatannya terhadap tingginya antusiasme anak muda Indonesia yang ingin berkembang melalui pendidikan maupun kesempatan internasional. Namun, menurutnya, akses terhadap pembelajaran bahasa Jepang yang terjangkau serta informasi yang akurat masih belum merata.
"Saya melihat banyak anak muda Indonesia memiliki semangat yang besar untuk berkembang melalui pendidikan maupun peluang internasional, tetapi akses terhadap pembelajaran dan informasi yang berkualitas belum selalu tersedia secara merata bagi semua orang," ujar Royyuda dalam keterangannya dikutip, Rabu (1/7/2026).
Berangkat dari kondisi tersebut, Nande Nihon dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar bahasa Jepang, tetapi juga ruang edukasi yang membekali peserta dengan pemahaman budaya, etika sosial, hingga gambaran kehidupan sehari-hari di Jepang. Pendekatan itu diharapkan dapat membantu generasi muda Indonesia lebih siap menghadapi lingkungan global yang semakin terbuka.
Dalam waktu kurang dari setahun, Nande Nihon menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Komunitas tersebut kini telah menghimpun lebih dari 750 anggota dengan dukungan sekitar 40 relawan aktif yang bersama-sama menyelenggarakan berbagai kelas, diskusi, dan kegiatan edukatif secara daring.
Melalui berbagai program tersebut, peserta tidak hanya mempelajari bahasa Jepang, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai sistem pendidikan, budaya masyarakat, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri di Jepang.
Royyuda berharap Nande Nihon dapat terus menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda Indonesia dengan kesempatan belajar dan berkarier di Jepang.
"Kami berharap Nande Nihon tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan anak muda Indonesia dengan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan karier di Jepang. Bentuk kontribusi tersebut tentu akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tantangan generasi muda di masa depan," katanya.
Ke depan, Nande Nihon menargetkan perluasan jangkauan program dan kolaborasi lintas negara agar dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui pendidikan, budaya, serta kerja sama antargenerasi muda.
Nande Nihon didirikan pada Agustus 2025 oleh Royyuda Agusto Ompusunggu atau yang akrab disapa Sansan. Berbasis pembelajaran daring, komunitas ini hadir sebagai wadah yang menghubungkan anak muda Indonesia dengan berbagai informasi mengenai bahasa, budaya, pendidikan, hingga peluang pengembangan karier di Jepang.
Royyuda mengatakan, ide mendirikan Nande Nihon berawal dari pengamatannya terhadap tingginya antusiasme anak muda Indonesia yang ingin berkembang melalui pendidikan maupun kesempatan internasional. Namun, menurutnya, akses terhadap pembelajaran bahasa Jepang yang terjangkau serta informasi yang akurat masih belum merata.
"Saya melihat banyak anak muda Indonesia memiliki semangat yang besar untuk berkembang melalui pendidikan maupun peluang internasional, tetapi akses terhadap pembelajaran dan informasi yang berkualitas belum selalu tersedia secara merata bagi semua orang," ujar Royyuda dalam keterangannya dikutip, Rabu (1/7/2026).
Berangkat dari kondisi tersebut, Nande Nihon dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar bahasa Jepang, tetapi juga ruang edukasi yang membekali peserta dengan pemahaman budaya, etika sosial, hingga gambaran kehidupan sehari-hari di Jepang. Pendekatan itu diharapkan dapat membantu generasi muda Indonesia lebih siap menghadapi lingkungan global yang semakin terbuka.
Dalam waktu kurang dari setahun, Nande Nihon menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Komunitas tersebut kini telah menghimpun lebih dari 750 anggota dengan dukungan sekitar 40 relawan aktif yang bersama-sama menyelenggarakan berbagai kelas, diskusi, dan kegiatan edukatif secara daring.
Melalui berbagai program tersebut, peserta tidak hanya mempelajari bahasa Jepang, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai sistem pendidikan, budaya masyarakat, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri di Jepang.
Royyuda berharap Nande Nihon dapat terus menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda Indonesia dengan kesempatan belajar dan berkarier di Jepang.
"Kami berharap Nande Nihon tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan anak muda Indonesia dengan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan karier di Jepang. Bentuk kontribusi tersebut tentu akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tantangan generasi muda di masa depan," katanya.
Ke depan, Nande Nihon menargetkan perluasan jangkauan program dan kolaborasi lintas negara agar dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui pendidikan, budaya, serta kerja sama antargenerasi muda.
(abd)
Lihat Juga :