Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Rabu, 01 Juli 2026 - 17:20 WIB
loading...
Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin menggelar pelatihan menjahit bagi para santri Pondok Pesantren Al Madrosatul Quran, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin menegaskan bahwa pendidikan pesantren harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Hal itu ditegaskannya saat menggelar pelatihan menjahit bagi para santri Pondok Pesantren Al Madrosatul Qur'an, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membekali santri dengan keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan. Pelatihan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian dan jiwa wirausaha di kalangan santri. Selain memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur'an, santri juga perlu memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal untuk berkarya, mandiri secara ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Santri tidak cukup hanya belajar ilmu agama dan menghafal Al-Qur'an. Namun, mereka juga harus memiliki keterampilan yang spesifik agar memiliki bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan skill, santri akan lebih percaya diri, lebih mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya maupun orang lain," ujar Rustini.
Baca juga: Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Menurutnya, pelatihan menjahit merupakan salah satu keterampilan yang memiliki peluang ekonomi cukup besar dan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. "Kami ingin pesantren menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak mulia, cerdas, sekaligus produktif. Kemandirian ekonomi harus dibangun sejak dini agar para santri mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Rustini berharap semakin banyak program pemberdayaan yang menjangkau lingkungan pesantren, sehingga para santri memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas mereka.
Pelatihan ini disambut antusias para santri yang memperoleh pengenalan teknik dasar menjahit serta motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai bekal kehidupan di masa mendatang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membekali santri dengan keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan. Pelatihan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian dan jiwa wirausaha di kalangan santri. Selain memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur'an, santri juga perlu memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal untuk berkarya, mandiri secara ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Santri tidak cukup hanya belajar ilmu agama dan menghafal Al-Qur'an. Namun, mereka juga harus memiliki keterampilan yang spesifik agar memiliki bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan skill, santri akan lebih percaya diri, lebih mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya maupun orang lain," ujar Rustini.
Baca juga: Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Menurutnya, pelatihan menjahit merupakan salah satu keterampilan yang memiliki peluang ekonomi cukup besar dan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. "Kami ingin pesantren menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak mulia, cerdas, sekaligus produktif. Kemandirian ekonomi harus dibangun sejak dini agar para santri mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Rustini berharap semakin banyak program pemberdayaan yang menjangkau lingkungan pesantren, sehingga para santri memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas mereka.
Pelatihan ini disambut antusias para santri yang memperoleh pengenalan teknik dasar menjahit serta motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai bekal kehidupan di masa mendatang.
(rca)
Lihat Juga :