Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Selasa, 30 Juni 2026 - 12:48 WIB
loading...
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) menyarankan agar pembekalan calon manajer KDKMP dan KNMP fokus pada pemberian materi manajerial. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani turut merespons penghapusan materi menembak dari pembakalan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Puan menyarankan agar pembekalan fokus pada pemberian materi manajerial.
"Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada manajerial saja untuk bisa, kelak, nanti melakukan pelaksanaan yang yang sesuai diharapkan," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
Lebih lanjut, Puan menyampaikan belasungkawa atas lima calon manajer KDMP yang meninggal dunia. Ia berharap, korban tak lagi bertambah. "Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh, Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan, nanti akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.
Baca Juga: 5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan telah menghapus latihan menembak dalam pendidikan calon manajer KDKMP dan KNMP.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo menjelaskan, berbagai kegiatan peserta yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak.
Rico memastikan, kegiatan itu tidak lagi menjadi bagian dalam pelaksanaan latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Selain itu, intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.
"Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program," katanya, Selasa (30/6/2026).
"Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada manajerial saja untuk bisa, kelak, nanti melakukan pelaksanaan yang yang sesuai diharapkan," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
Lebih lanjut, Puan menyampaikan belasungkawa atas lima calon manajer KDMP yang meninggal dunia. Ia berharap, korban tak lagi bertambah. "Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh, Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan, nanti akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.
Baca Juga: 5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan telah menghapus latihan menembak dalam pendidikan calon manajer KDKMP dan KNMP.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo menjelaskan, berbagai kegiatan peserta yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak.
Rico memastikan, kegiatan itu tidak lagi menjadi bagian dalam pelaksanaan latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Selain itu, intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.
"Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program," katanya, Selasa (30/6/2026).
(zik)
Lihat Juga :