Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:06 WIB
loading...
A A A
Lebih lanjut dia mengatakan, sejumlah urusan teknis organisasi yang menurut sebagian pihak merupakan domain Ketua Tanfidziyah, kerap menjadi ruang perbedaan dengan Rais Syuriah. Akhirnya, kata dia, KH Miftahul Akhyar kembali didorong untuk berkiprah di tingkat nasional sebagai pengurus PBNU.

“Dua kali terjadi ketegangan. Dua kali pula perpindahan posisi menjadi jalan keluar. Kemudian, KH Miftahul Akhyar didorong ke PBNU. Di tingkat PBNU, ia dipercaya menjadi Wakil Rais Aam mendampingi KH Ma'ruf Amin ketika posisi Ketua Umum PBNU dijabat KH Said Aqil Siradj pada periode 2015–2020,” tuturnya.

Menurut dia, KH Ma'ruf Amin dan KH Said Aqil Siradj tentu juga bukan figur biasa. Keduanya disebut sebagai ulama dengan pengaruh nasional yang sangat besar.

Namun demikian, dia mengatakan, berbagai kalangan di internal PBNU juga mengetahui bahwa relasi antara KH Ma'ruf Amin dan KH Miftahul Akhyar tidak selalu berjalan mulus, meskipun dinamika tersebut relatif tertutup dari ruang publik.

“Ketika KH Ma'ruf Amin terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada 2019, KH Miftahul Akhyar otomatis naik menjadi Pelaksana Tugas Rais Aam PBNU,” jelasnya.

Setelah Muktamar ke-34 di Lampung pada 2021, sambung dia, KH Miftahul Akhyar kemudian terpilih sebagai Rais Aam PBNU berpasangan dengan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum. Publik NU saat itu berharap pasangan ini mampu menghadirkan stabilitas organisasi.

“Sebab KH Yahya Cholil Staquf juga bukan figur sembarangan. Selain berasal dari keluarga besar pesantren Rembang, beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Leteh, Rembang, serta memiliki pengalaman panjang di tingkat nasional dan internasional,” ujar dia.

“Namun apa yang terjadi setelah itu? Sekali lagi, pertengkaran kembali terjadi. Bahkan kali ini skalanya jauh lebih besar. Perselisihan antara Rais Aam dan Ketua Umum tidak lagi menjadi isu internal, tetapi telah terbuka di ruang publik dan menyeret banyak pihak di sekitarnya,” tambahnya.

Menurut dia, tentu tidak adil jika seluruh kesalahan dibebankan kepada satu orang. Dia menuturkan, konflik organisasi sebesar NU selalu dipengaruhi banyak faktor: perbedaan visi, komunikasi yang buruk, persaingan politik, hingga perebutan pengaruh di sekitar pusat kekuasaan organisasi.

Namun, ujar dia, pola yang terus berulang dari fase ke fase patut menjadi bahan renungan bersama. Dia mengatakan, NU membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan, bukan menambah fragmentasi. NU memerlukan figur yang teduh, sederhana, dan mampu menjadi perekat seluruh unsur jam'iyah.

“Dan, mohon maaf, kriteria ini tidak saya temukan dalam diri KH Miftahul Akhyar, yang hidup dalam kemewahan. Semua tahu ia mengendarai mobil Alphard dan Land Cruiser. Rumahnya pun tak kalah mewah, berdiri di tanah yang luas dengan tinggi tiga lantai,” ucapnya.

Dalam sejarah NU, kata dia, ada figur-figur Rais Aam seperti KH Ahmad Siddiq dan KH Sahal Mahfudz. “Keduanya dikenang bukan hanya karena kedalaman ilmu, tetapi juga karena kesederhanaan hidup, keteduhan sikap, dan kemampuannya merawat persatuan. Kepemimpinan seperti itulah yang hari ini dibutuhkan NU,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved