Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Selasa, 23 Juni 2026 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Adapun beberapa peserta perwakilan dari Pemerintah dihadiri oleh Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Kepala Pusat Kebijakan Sistem Sumber Daya Kesehatan di BKPK.
Sementara dari beberapa Pimpinan Rumah Sakit dihadiri dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, RS Umum Pusat Dr Wahidin Sudirohusodo, RSUP Prof Ngoerah, RSUP Ben Mboi Kupang, RSUD Ulin Banjarmasin, RS Universitas Hasanudin, Awal Bros Hospital Group, EMC Hospital Group, Mitra Plumbon Hospital Group, Metro Hospital Group, Primaya Hospital Group dan Sentra Medika Hospital Group.
Kehadiran Imperial College London sebagai salah satu institusi pendidikan dan riset terkemuka dunia di bidang kesehatan, sains, dan teknologi memberikan nilai tambah tersendiri dalam program ini. Melalui pertukaran wawasan dan pengalaman internasional, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.
Menurut Otto, transformasi yang dilakukan rumah sakit pada akhirnya harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.
"Tujuan setiap transformasi yang dilakukan rumah sakit adalah menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pasien. Teknologi, digitalisasi, maupun artificial intelligence harus menjadi enabler yang membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara dari beberapa Pimpinan Rumah Sakit dihadiri dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, RS Umum Pusat Dr Wahidin Sudirohusodo, RSUP Prof Ngoerah, RSUP Ben Mboi Kupang, RSUD Ulin Banjarmasin, RS Universitas Hasanudin, Awal Bros Hospital Group, EMC Hospital Group, Mitra Plumbon Hospital Group, Metro Hospital Group, Primaya Hospital Group dan Sentra Medika Hospital Group.
Kehadiran Imperial College London sebagai salah satu institusi pendidikan dan riset terkemuka dunia di bidang kesehatan, sains, dan teknologi memberikan nilai tambah tersendiri dalam program ini. Melalui pertukaran wawasan dan pengalaman internasional, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.
Menurut Otto, transformasi yang dilakukan rumah sakit pada akhirnya harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.
"Tujuan setiap transformasi yang dilakukan rumah sakit adalah menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pasien. Teknologi, digitalisasi, maupun artificial intelligence harus menjadi enabler yang membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :