Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial

Senin, 22 Juni 2026 - 23:13 WIB
loading...
Bukan Sekadar Insinyur,...
Ketua IKA ITS PWJR Kusdi Widodo memberikan sambutan dalam acara Professional Muda ITS Meet Up & Networking Event di Jakarta. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Dunia kerja berubah cepat. Gelar teknik saja tak lagi cukup untuk membawa seseorang menembus posisi strategis. Di tengah era transformasi digital dan kompetisi lintas sektor, kemampuan memimpin, memahami bisnis, dan membangun jejaring dinilai menjadi faktor penentu karier masa depan.

Pesan itu menjadi benang merah dalam kegiatan Professional Muda ITS Meet Up & Networking Event yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Pengurus Wilayah Jakarta Raya sebagai bagian dari rangkaian Youth Leadership Camp (YLC)-8 di Wisma Pelatihan BNI Slipi, Jakarta.

Forum ini mempertemukan 50 alumni muda ITS, mahasiswa tingkat akhir, serta peserta YLC-8 dengan dua alumni ITS yang kini menempati posisi strategis di tingkat nasional, yakni Direktur Human Capital & Compliance PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Munadi Herlambang dan Direktur Keuangan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) Ken Permana.

Mengangkat tema "Where Engineering Meets Leadership & Finance", kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang menunjukkan bahwa lulusan teknik memiliki peluang luas untuk berkembang, termasuk di sektor keuangan, manajemen, hingga kepemimpinan korporasi.

Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya Kusdi Widodo mengatakan ITS selama ini telah melahirkan banyak talenta yang berkontribusi di berbagai sektor strategis.

"Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa masa depan karier tidak ditentukan oleh jurusan semata, melainkan oleh kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan jejaring yang dibangun," kata Kusdi Widodo dalam keterangan tertulisnya dikutip, Senin (22/6/2026).

Menurut Kusdi, paradigma karier linear mulai bergeser. Lulusan teknik kini dituntut mampu melintasi batas disiplin ilmu dan mengembangkan kompetensi yang lebih luas.

Steering Committee YLC-8 Reynuh menilai perubahan lanskap pekerjaan menuntut hadirnya talenta yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu mengintegrasikan perspektif bisnis dan kepemimpinan.

"Talenta yang mampu mengintegrasikan engineering mindset, business acumen, dan leadership capability akan memiliki daya saing yang lebih kuat di era transformasi digital," katanya.

Dalam sesi diskusi, peserta mendapat gambaran langsung dari pengalaman para pemimpin industri.

Direktur Keuangan INALUM Ken Permana membawakan materi bertajuk The Maverick's Leap: Breaking the Linear Career Myth. Alumnus Teknik Mesin ITS itu membagikan perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Direktur Keuangan INALUM pada usia 34 tahun.

Menurut Ken, keberanian mengambil peluang baru dan kesiapan menghadapi tantangan menjadi faktor penting untuk menciptakan lompatan karier.

"Keberanian memulai, kemauan belajar, dan kesiapan menghadapi tantangan baru adalah modal utama untuk mencapai lompatan karier," ujarnya.

Sementara itu, Munadi Herlambang melalui materi The Architect's Blueprint: Structural Leadership & Corporate Governance menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat. Ia menegaskan bahwa kemampuan teknis harus dibarengi kemampuan menerjemahkan ide ke dalam bahasa bisnis agar dapat diterima dan memberi dampak lebih luas.

"Engineer harus mampu berbicara dalam bahasa bisnis agar ide teknis dapat dipahami. Fondasi penting, tetapi kemampuan adaptasi yang membuat karier bertahan," ujarnya.

Munadi juga memperkenalkan konsep Unlearn, Relearn, and Own sebagai kerangka pengembangan diri generasi muda, dengan menekankan pentingnya integritas, karakter, dan pengembangan sumber daya manusia.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Fawaz, mengaku memperoleh perspektif baru dari pengalaman para narasumber. "Mendengar pengalaman Cak Ken dan Cak Munadi memberi perspektif yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain," ujarnya.

Peserta lain, Sera, menilai kegiatan tersebut memberi ruang belajar yang jarang ditemukan di lingkungan akademik. "Acaranya rapi dan memberi ruang belajar langsung dari para pemimpin industri. Ini ruang yang jarang kami temukan," katanya.

Sekretaris Dewan Pakar IKA ITS PW Jakarta Raya Dzulfikar Arifuddin menegaskan bahwa jejaring alumni harus dipandang sebagai modal sosial yang mampu mempercepat pertumbuhan karier dan kepemimpinan generasi muda.

"Jangan hanya membawa pulang foto dan sertifikat. Bawalah pulang relasi, inspirasi, dan komitmen untuk bertumbuh. Networking bukan tentang mengenal banyak orang, tetapi tentang membangun kolaborasi yang menghasilkan dampak," ujarnya.

Melalui YLC-8, IKA ITS berharap lahir lebih banyak pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan bisnis, kemampuan kolaborasi, serta kesiapan mengambil peran di berbagai sektor strategis.

Pada penutupan acara, dilakukan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) IKA ITS serta aktivasi KTA ITS x BNI yang juga berfungsi sebagai kartu debit sebagai bagian dari penguatan konektivitas dalam ekosistem alumni.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Prabowo Dukung TNI-Polri...
Prabowo Dukung TNI-Polri Ciptakan Kepemimpinan yang Kuat, Bijaksana, dan Adaptif
Gelar YLC 8, IKA ITS...
Gelar YLC 8, IKA ITS Jakarta Cetak Calon Pemimpin Industri Energi
Anies Bicara soal Pemimpin:...
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved