BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Senin, 22 Juni 2026 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan Indonesia saat ini tengah berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Namun, peluang tersebut tidak akan otomatis menjadi keuntungan tanpa kualitas SDM yang unggul.
Untuk itu, BKKBN menekankan pembangunan keluarga melalui tiga pilar utama, yakni kesehatan keluarga, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Pada aspek kesehatan, pemenuhan gizi seimbang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas untuk mencegah stunting.
Sementara dalam pendidikan karakter, keluarga berperan sebagai sekolah pertama dalam menanamkan nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Dalam aspek ketahanan mental, keluarga diharapkan menjadi ruang aman dengan komunikasi yang sehat serta dukungan emosional kuat bagi anak.
Nopian mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi digital secara bijak. Orang tua diminta aktif mendampingi anak dalam penggunaan gadget, membatasi waktu layar, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial.
Pemerintah berkomitmen terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada keluarga, memperluas akses layanan dasar, serta mendorong terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas. "Pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang. Tidak akan ada SDM unggul tanpa keluarga yang kuat, dan tidak akan ada Indonesia Emas 2045 tanpa generasi yang sehat dan berkarakter," ujarnya.
Untuk itu, BKKBN menekankan pembangunan keluarga melalui tiga pilar utama, yakni kesehatan keluarga, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Pada aspek kesehatan, pemenuhan gizi seimbang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas untuk mencegah stunting.
Sementara dalam pendidikan karakter, keluarga berperan sebagai sekolah pertama dalam menanamkan nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Dalam aspek ketahanan mental, keluarga diharapkan menjadi ruang aman dengan komunikasi yang sehat serta dukungan emosional kuat bagi anak.
Nopian mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi digital secara bijak. Orang tua diminta aktif mendampingi anak dalam penggunaan gadget, membatasi waktu layar, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial.
Pemerintah berkomitmen terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada keluarga, memperluas akses layanan dasar, serta mendorong terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas. "Pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang. Tidak akan ada SDM unggul tanpa keluarga yang kuat, dan tidak akan ada Indonesia Emas 2045 tanpa generasi yang sehat dan berkarakter," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :