BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 19:55 WIB
loading...
BKKBN Tekankan Peran...
Peringatan Harganas ke-33 pada 2026 ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial tahunan melainkan momentum strategis memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan SDM Indonesia. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 pada 2026 ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial tahunan melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga/Deputi IV Nopian Andusti mengatakan, berbagai persoalan sosial seperti kekerasan remaja, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, berakar dari lemahnya ketahanan keluarga. Maka itu, tema Ayah Wajib Hadir dalam Harganas tahun ini menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Baca juga: BKKBN Gandeng Ulama untuk Wujudkan Keluarga Berkualitas

"Rumah harus menjadi tempat paling aman, nyaman, dan dirindukan oleh anak-anak. Keluarga adalah benteng pertama dalam mencegah perilaku berisiko," ujarnya dalam press briefing Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, kehadiran ayah tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut keterlibatan emosional yang berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Sejumlah penelitian menunjukkan keterlibatan ayah memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional, kesehatan mental, hingga prestasi akademik anak.

Anak yang tumbuh dengan figur ayah yang hangat dan responsif cenderung memiliki kemampuan adaptasi dan kompetensi sosial yang lebih baik. Dalam konteks global, tantangan era disrupsi yang ditandai dengan kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) sehingga perubahan cepat akibat teknologi digital dan ketidakpastian ekonomi dinilai turut memengaruhi dinamika dalam keluarga.

"Kondisi ini membuat ketahanan keluarga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi sehat, berkarakter, dan berdaya saing," ucapnya.

Dia menuturkan Indonesia saat ini tengah berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Namun, peluang tersebut tidak akan otomatis menjadi keuntungan tanpa kualitas SDM yang unggul.

Untuk itu, BKKBN menekankan pembangunan keluarga melalui tiga pilar utama, yakni kesehatan keluarga, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Pada aspek kesehatan, pemenuhan gizi seimbang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas untuk mencegah stunting.

Sementara dalam pendidikan karakter, keluarga berperan sebagai sekolah pertama dalam menanamkan nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Dalam aspek ketahanan mental, keluarga diharapkan menjadi ruang aman dengan komunikasi yang sehat serta dukungan emosional kuat bagi anak.

Nopian mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi digital secara bijak. Orang tua diminta aktif mendampingi anak dalam penggunaan gadget, membatasi waktu layar, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial.

Pemerintah berkomitmen terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada keluarga, memperluas akses layanan dasar, serta mendorong terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas. "Pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang. Tidak akan ada SDM unggul tanpa keluarga yang kuat, dan tidak akan ada Indonesia Emas 2045 tanpa generasi yang sehat dan berkarakter," ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Menteri Arifah: PP Tunas...
Menteri Arifah: PP Tunas Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital
Bentuk Karakter Mahasiswa,...
Bentuk Karakter Mahasiswa, UMB Resmikan 2 Fasilitas Baru
KLB Campak Meningkat,...
KLB Campak Meningkat, Vita DPR: Negara Tak Boleh Abai Lindungi Anak
Pemerintah Batasi TikTok...
Pemerintah Batasi TikTok hingga Roblox untuk Anak-anak, Orang Tua: Kita Dukung!
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Rekomendasi
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved