Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Agustina menuturkan bahwa tradisi Dugderan menjadi bukti bagaimana masyarakat Semarang mampu mengubah keberagaman menjadi kekuatan pemersatu. Berbeda dengan masa lalu ketika masyarakat dipisahkan berdasarkan kelompok etnis dan permukiman, kini warga Semarang hidup berdampingan, saling bekerja sama, dan membangun kota bersama.
"Semarang menunjukkan bahwa kemajuan kota tidak harus menghilangkan budaya. Justru budaya menjadi fondasi yang memperkuat persatuan, menghidupkan kreativitas, sekaligus menjadi daya tarik bagi pembangunan dan pariwisata," katanya.
Hendardji menambahkan, semangat inilah yang membuat Kota Semarang semakin dikenal sebagai kota yang tidak hanya maju dari sisi ekonomi dan pembangunan, tetapi juga kuat dalam menjaga kerukunan sosial dan warisan budayanya.
"Budaya adalah perekat masyarakat. Ketika budaya tumbuh dan dihargai, maka persatuan, kebersamaan, dan kemajuan kota akan tumbuh bersama. Semarang telah menunjukkan hal itu, dan kami berharap capaian ini terus berlanjut," pungkas Hendardji.
"Semarang menunjukkan bahwa kemajuan kota tidak harus menghilangkan budaya. Justru budaya menjadi fondasi yang memperkuat persatuan, menghidupkan kreativitas, sekaligus menjadi daya tarik bagi pembangunan dan pariwisata," katanya.
Hendardji menambahkan, semangat inilah yang membuat Kota Semarang semakin dikenal sebagai kota yang tidak hanya maju dari sisi ekonomi dan pembangunan, tetapi juga kuat dalam menjaga kerukunan sosial dan warisan budayanya.
"Budaya adalah perekat masyarakat. Ketika budaya tumbuh dan dihargai, maka persatuan, kebersamaan, dan kemajuan kota akan tumbuh bersama. Semarang telah menunjukkan hal itu, dan kami berharap capaian ini terus berlanjut," pungkas Hendardji.
(unt)
Lihat Juga :