Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:23 WIB
loading...
Ajak Elite Politik Jaga...
Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak seluruh elite politik dan parpol menunjukkan kedewasaan, kejernihan, dan konsistensi sikap dalam merespons dinamika nasional belakangan ini. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak seluruh elite politik dan parpol menunjukkan kedewasaan, kejernihan, dan konsistensi sikap dalam merespons dinamika nasional belakangan ini.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) itu, elite politik hendaknya menjauhkan diri dari tindakan ataupun ajakan bernuansa hasutan yang berpotensi memanaskan eskalasi situasi.

Baca juga: Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja

“Kritik itu penting dalam demokrasi agar pemerintah terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Namun, dalam situasi bangsa yang sedang menghadapi tekanan karena situasi geopolitik saat ini, kritik sebaiknya disampaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan cara yang membuat keadaan makin panas, perlu ajakan yang lebih mendinginkan suasana supaya lebih mereda,” ujar Misbakhun, Minggu (21/6/2026).

Dia menegaskan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian wajar dalam demokrasi. Setiap pandangan dari masyarakat, mahasiswa, tokoh nasional, maupun partai politik harus dihormati sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.

Legislator Golkar yang memimpin Komisi XI DPR itu meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mau mendengarkan kritik, bahkan menindaklanjutinya. Sebagai contohnya ialah berbagai kritik soal dugaan penyelewengan dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

“Pemerintah mendengarkan banyak kritik dan masukan, buktinya MBG dilakukan upaya penegakan hukum,” ucapnya.

Secara khusus, Misbakhun juga menanggapi respons sebagian elite PDIP terhadap dinamika politik dan gelombang protes publik belakangan ini. Mantan pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Keuangan itu menghormati kritikan para politikus PDIP kepada pemerintah.

Namun, dia mengaku belum menemukan hal substantif dan solutif dalam berbagai kritik yang disampaikan politikus PDIP. Menurut dia, hal itu patut disayangkan karena PDIP pernah berkuasa dan punya pengalaman mengelola persoalan yang tidak sederhana.

“Karena itu, kritik yang disampaikan semestinya lebih matang, proporsional, dan solutif, bukan justru menambah panas situasi,” ucapnya.

Meski sistem dan praktik ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal adanya oposisi secara formal, semestinya setiap partai politik tetap menunjukkan posisi yang jelas dan konsisten. Menurut dia, parpol hendaknya tidak bermain dua kaki dengan memilih satu posisi yakni memutuskan di dalam atau di luar kekuasaan.

Misbakhun menegaskan tidak elok apabila partai politik ikut menikmati apresiasi ketika kebijakan pemerintah disambut baik rakyat, tetapi langsung buru-buru mengambil jarak berlebihan ketika pemerintah menghadapi kebijakan sulit dan kurang populer. Dia menyebut sikap politik ambigu seperti itu bukan praktik yang baik dalam politik.

“Jangan memosisikan diri sebagai penyeimbang, tetapi ketika program pemerintah yang bagus diapresiasi juga ingin mendapatkan poin. Sebaliknya, posisinya langsung mengkritik keras saat ada program pemerintah sedang bermasalah. Posisi politik dua kaki itu tidak elegan,” ujarnya.

Wakil rakyat dari Dapil II Jawa Timur itu menuturkan rakyat tak ingin melihat sikap politik yang ambigu. Menurut Misbakhun, kejelasan sikap politik juga bagian dari pendidikan demokrasi.

“Silakan berbeda pandangan dan memberi kritik, tetapi jangan sampai publik menangkap kesan adanya ambiguitas sikap politik. Konsistensi jauh lebih mendidik bagi rakyat dibanding sikap yang berubah-ubah mengikuti situasi,” katanya.

Dia mendorong seluruh partai politik mengedepankan politik kerja bersama. Alasannya, berbagai persoalan bangsa saat ini tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan, sehingga penyelesaiannya membutuhkan kontribusi gagasan dari semua kekuatan politik.

“Mari kita bersama-sama mendinginkan suasana. Tugas seluruh elite politik ialah memberi keteladanan, menghadirkan solusi, dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik sesaat. Politik dengan wawasan kebangsaan di mana nilai-nilai kepentingan nasional harus diprioritaskan daripada kepentingan politik praktis populis,” ujar Misbakhun.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Misbakhun Optimistis...
Misbakhun Optimistis DSI Perkuat Transparansi Ekspor dan Jaga Kepercayaan Investor
PTUN Jakarta Tolak Gugatan...
PTUN Jakarta Tolak Gugatan Ali Wongso, Misbakhun: Hadiah HUT ke-66 SOKSI
Temui Konstituen, Misbakhun...
Temui Konstituen, Misbakhun Beber Upaya Prabowo dan Bahlil Pertahankan BBM Bersubsidi
Rekomendasi
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Kontroversi Kartu Merah...
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Seret Nama Lionel Messi
Berita Terkini
Kolonel BU Diduga Terlibat...
Kolonel BU Diduga Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG, Mabes TNI Koordinasi dengan Kejagung
Kejagung: Peran Oknum...
Kejagung: Peran Oknum TNI di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG Gelembungkan Harga
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
JPU Sebut Perbuatan...
JPU Sebut Perbuatan Dokter Tifa Membuat Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved