Tangkal Radikalisme, Kemenag Tingkatkan Literasi Agama Takmir Masjid
Senin, 21 September 2020 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan kapasitas takmir masjid, kata dia, sudah berjalan dan akan ditambah kuantitasnya. Kemenag mengklaim tidak penolakan dalam program ini karena sifatnya hanya pemberian pelatihan-pelatihan bukan standardisasi.
"Bukan standarisasi, (hanya) pelatihan-pelatihan lah. Tidak kita stadarisasi, tidak juga kita sertifikasi takmir ini. Tapi mereka perlu diberi pengetahuan informasi agama, supaya setidaknya mereka bisa dalam menyeleksi atau menerima penceramah misalnya. Kalau nggak punya pemahaman sama sekali kan juga bisa berpotensi riskan," katanya.
(Baca: Romo Benny: Penguatan Ideologi Tangkal Radikalisme)
Tak hanya takmir masjid yang ditingkatkan literas agamanya, tapi juga imam masjid dan penceramah. Sebab, masjid merupakan sumber pengetahuan keagamaan yang cukup penting.
Diakuinya, saat ini sedang terjadi proses radikalisasi di sejumlah lembaga, baik itu pendidikan, majlis taklim, dan masjid. Terjadi kontestasi otoritas penyampaian nilai-nilai agama di ruang publik.
"Bukan standarisasi, (hanya) pelatihan-pelatihan lah. Tidak kita stadarisasi, tidak juga kita sertifikasi takmir ini. Tapi mereka perlu diberi pengetahuan informasi agama, supaya setidaknya mereka bisa dalam menyeleksi atau menerima penceramah misalnya. Kalau nggak punya pemahaman sama sekali kan juga bisa berpotensi riskan," katanya.
(Baca: Romo Benny: Penguatan Ideologi Tangkal Radikalisme)
Tak hanya takmir masjid yang ditingkatkan literas agamanya, tapi juga imam masjid dan penceramah. Sebab, masjid merupakan sumber pengetahuan keagamaan yang cukup penting.
Diakuinya, saat ini sedang terjadi proses radikalisasi di sejumlah lembaga, baik itu pendidikan, majlis taklim, dan masjid. Terjadi kontestasi otoritas penyampaian nilai-nilai agama di ruang publik.
Lihat Juga :