Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Senin, 15 Juni 2026 - 18:44 WIB
loading...
Agustina Arumsari ditunjuk sebagai juru bicara (Jubir) Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan keterangan kepada publik. Foto/Felly Asyla Utama
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memutuskan untuk menunjuk Juru Bicara (Jubir) untuk lembaganya dalam memberikan keterangan kepada publik. Sosok yang ditunjuk jadi Jubir BGN adalah Agustina Arumsari .
Penunjukkan ini dilakukan Nanik S Deyang setelah mendapat masukan serta saran dari Komisi IX DPR sebagai mitra kerjanya, yang meminta BGN menghadirkan seorang Jubir.
Baca juga: Profil Pendidikan Agustina Arumsari yang Ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN
"Jubir pimpinan kami tunjuk di depan para DPR adalah Ibu Arumsari," kata Nanik S Deyang usai rapat yang digelar secara tertutup di Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Agustina Arumsari merupakan Wakil Kepala BGN yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto bersamaan dengan Nanik S Deyang. Diketahui, Arumsari juga merupakan mantan Wakil Kepala BPKP.
"Jadi, Ibu Arumsari yang akan menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX hari ini," ujarnya.
Komisi IX DPR mengungkapkan alasan rapat kerja bersama BGN digelar secara tertutup. Diketahui, rapat ini agendanya turut membahas program dan anggaran BGN tahun 2027.
Baca juga: Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menyampaikan bahwa sudah menjadi kebiasaan, jika rapat membahas terkait anggaran di komisinya, pasti selalu digelar tertutup.
"Jadi tadi kita juga sempat menanyakan kepada teman-teman BGN apakah tetap melanjutkan seperti kebiasaan dan akhirnya kita putuskan untuk tertutup," kata Charles memberi alasan usai rapat tertutup yang digelar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Salah satu alasan digelar tertutup, kata dia, karena memang untuk anggaran 2027 yang disajikan kepada Komisi IX hari ini bukanlah anggaran yang ingin digunakan BGN di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang.
"Karena apa? Karena pagu anggaran indikatif yang saat ini disajikan adalah pagu anggaran indikatif yang disiapkan oleh pengurus lama, kepemimpinan lama," ujarnya.
Oleh karenanya, tutur dia, BGN dalam rapat memohon waktu untuk menyusun ulang program apa yang akan dijalankan di tahun 2027. Termasuk jumlah penerima manfaatnya dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sehingga ya apapun anggaran yang akan ditampilkan bukan anggaran yang akurat, sehingga mungkin lebih baik tidak disampaikan secara terbuka daripada akhirnya menimbulkan berbagai mispersepsi," pungkasnya.
Penunjukkan ini dilakukan Nanik S Deyang setelah mendapat masukan serta saran dari Komisi IX DPR sebagai mitra kerjanya, yang meminta BGN menghadirkan seorang Jubir.
Baca juga: Profil Pendidikan Agustina Arumsari yang Ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN
"Jubir pimpinan kami tunjuk di depan para DPR adalah Ibu Arumsari," kata Nanik S Deyang usai rapat yang digelar secara tertutup di Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Agustina Arumsari merupakan Wakil Kepala BGN yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto bersamaan dengan Nanik S Deyang. Diketahui, Arumsari juga merupakan mantan Wakil Kepala BPKP.
"Jadi, Ibu Arumsari yang akan menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX hari ini," ujarnya.
Rapat Kerja DPR-BGN Tertutup
Komisi IX DPR mengungkapkan alasan rapat kerja bersama BGN digelar secara tertutup. Diketahui, rapat ini agendanya turut membahas program dan anggaran BGN tahun 2027.
Baca juga: Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menyampaikan bahwa sudah menjadi kebiasaan, jika rapat membahas terkait anggaran di komisinya, pasti selalu digelar tertutup.
"Jadi tadi kita juga sempat menanyakan kepada teman-teman BGN apakah tetap melanjutkan seperti kebiasaan dan akhirnya kita putuskan untuk tertutup," kata Charles memberi alasan usai rapat tertutup yang digelar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Salah satu alasan digelar tertutup, kata dia, karena memang untuk anggaran 2027 yang disajikan kepada Komisi IX hari ini bukanlah anggaran yang ingin digunakan BGN di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang.
"Karena apa? Karena pagu anggaran indikatif yang saat ini disajikan adalah pagu anggaran indikatif yang disiapkan oleh pengurus lama, kepemimpinan lama," ujarnya.
Oleh karenanya, tutur dia, BGN dalam rapat memohon waktu untuk menyusun ulang program apa yang akan dijalankan di tahun 2027. Termasuk jumlah penerima manfaatnya dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sehingga ya apapun anggaran yang akan ditampilkan bukan anggaran yang akurat, sehingga mungkin lebih baik tidak disampaikan secara terbuka daripada akhirnya menimbulkan berbagai mispersepsi," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :