Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Rabu, 10 Juni 2026 - 20:29 WIB
loading...
Talkshow edukatif peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema Inspired by Nature. For Climate. For Our Future di Universitas Bakrie, Jakarta, belum lama ini. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pengelolaan sampah mulai menyasar perguruan tinggi. Langkah baik ini sebagai komitmen dalam menjaga bumi tetap pertiwi.
Berlokasi di Universitas Bakrie, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future," yang dilakukan sejumlah perusahaan ini mengusung kampanye "Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi".
Talkshow edukatif mempertemukan sejumlah akademisi, industri, dan komunitas dengan tema "Membangun Kesadaran dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan" dilakukan sebagai tantangan pengelolaan dan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.
Baca juga: Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Jangan Hanya Sebatas Seremonial
Andrew Ferdinand Hallatu, Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk melihat perubahan akan dapat tercipta melalui kontribusi nyata setiap elemen dalam sebuah ekosistem.
Karena itu, semangat yang terinspirasi dari alam ini menjadi pembelajaran bagi kita bahwa tantangan lingkungan juga membutuhkan sinergi positif, termasuk dunia industri, akademisi, komunitas, pemerintah, dan masyarakat.
"Kampus tidak hanya menjadi tempat lahirnya gagasan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kebiasaan yang dapat memberikan dampak positif," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Andrew melihat kampus sebagai motor penggerak dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan karakter masa depan bangsa.
Inisiatif ini juga hadir sejalan dengan semakin kuatnya komitmen pemerintah, termasuk Pemprov DKI Jakarta yang tengah memperkuat implementasi pemilahan sampah dari sumber sebagai langkah mendasar dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kaprodi Teknik Lingkungan Aqil Azizi mengatakan sebagai institusi pendidikan, pihaknya percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
"Kami ingin ikut membangun budaya peduli lingkungan dimulai dari kampus dan dijalankan bersama-sama dengan para pelaku industri serta komunitas sebagai bagian dari gerakan kolektif untuk masa depan yang lebih berkelanjutan,” ucapnya.
Tidak berhenti pada ruang diskusi, inisiator juga memberikan Dropbox Sampah Kemasan (DSK) sebagai wujud aksi nyata di lingkungan kampus. Ini memudahkan mahasiswa mempraktikkan pemilahan sampah dari sumber.
Founder Green Movement Indonesia Tasya Kamila menambahkan Waste Wise Campus merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurut dia, mahasiswa memiliki kekuatan untuk menjadi penggerak perubahan tidak hanya di kampus, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. "Ketika generasi muda, kampus, industri, dan komunitas bergerak bersama, kita tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga menciptakan budaya peduli lingkungan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Pada akhirnya masa depan bumi yang lebih baik dimulai dari aksi nyata yang kita lakukan hari ini,” ujar Tasya.
Berlokasi di Universitas Bakrie, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future," yang dilakukan sejumlah perusahaan ini mengusung kampanye "Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi".
Talkshow edukatif mempertemukan sejumlah akademisi, industri, dan komunitas dengan tema "Membangun Kesadaran dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan" dilakukan sebagai tantangan pengelolaan dan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.
Baca juga: Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Jangan Hanya Sebatas Seremonial
Andrew Ferdinand Hallatu, Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk melihat perubahan akan dapat tercipta melalui kontribusi nyata setiap elemen dalam sebuah ekosistem.
Karena itu, semangat yang terinspirasi dari alam ini menjadi pembelajaran bagi kita bahwa tantangan lingkungan juga membutuhkan sinergi positif, termasuk dunia industri, akademisi, komunitas, pemerintah, dan masyarakat.
"Kampus tidak hanya menjadi tempat lahirnya gagasan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kebiasaan yang dapat memberikan dampak positif," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Andrew melihat kampus sebagai motor penggerak dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan karakter masa depan bangsa.
Inisiatif ini juga hadir sejalan dengan semakin kuatnya komitmen pemerintah, termasuk Pemprov DKI Jakarta yang tengah memperkuat implementasi pemilahan sampah dari sumber sebagai langkah mendasar dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kaprodi Teknik Lingkungan Aqil Azizi mengatakan sebagai institusi pendidikan, pihaknya percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
"Kami ingin ikut membangun budaya peduli lingkungan dimulai dari kampus dan dijalankan bersama-sama dengan para pelaku industri serta komunitas sebagai bagian dari gerakan kolektif untuk masa depan yang lebih berkelanjutan,” ucapnya.
Tidak berhenti pada ruang diskusi, inisiator juga memberikan Dropbox Sampah Kemasan (DSK) sebagai wujud aksi nyata di lingkungan kampus. Ini memudahkan mahasiswa mempraktikkan pemilahan sampah dari sumber.
Founder Green Movement Indonesia Tasya Kamila menambahkan Waste Wise Campus merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurut dia, mahasiswa memiliki kekuatan untuk menjadi penggerak perubahan tidak hanya di kampus, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. "Ketika generasi muda, kampus, industri, dan komunitas bergerak bersama, kita tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga menciptakan budaya peduli lingkungan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Pada akhirnya masa depan bumi yang lebih baik dimulai dari aksi nyata yang kita lakukan hari ini,” ujar Tasya.
(jon)
Lihat Juga :