KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Rabu, 10 Juni 2026 - 15:43 WIB
loading...
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan kembali bahwa TNI tidak terlibat untuk mengurus tindak kejahatan jalanan seperti begal. Foto: Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan kembali bahwa TNI tidak terlibat untuk mengurus tindak kejahatan jalanan seperti begal. Kata Maruli, begal takut dengan tentara.
"Enggak, siapa yang ngurus begal? Nggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin," kata Maruli di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, efek pencegahan muncul karena keberadaan prajurit di suatu wilayah dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat sekaligus membuat pelaku kejahatan mengurungkan niatnya.
Baca juga: Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
"Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, liat tentara, nggak jadi. Kayak gitu," ujarnya.
Maruli menjelaskan, berbagai program yang dijalankan TNI AD selama ini berfokus pada membantu masyarakat dalam sektor-sektor yang membutuhkan dukungan tambahan.
"Jadi kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian," pungkasnya.
"Enggak, siapa yang ngurus begal? Nggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin," kata Maruli di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, efek pencegahan muncul karena keberadaan prajurit di suatu wilayah dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat sekaligus membuat pelaku kejahatan mengurungkan niatnya.
Baca juga: Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
"Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, liat tentara, nggak jadi. Kayak gitu," ujarnya.
Maruli menjelaskan, berbagai program yang dijalankan TNI AD selama ini berfokus pada membantu masyarakat dalam sektor-sektor yang membutuhkan dukungan tambahan.
"Jadi kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :