Ajang Lawang Sewu Short Film Festival atau LOFF 2026 Masuk Tahap Open Submission
Jum'at, 05 Juni 2026 - 12:37 WIB
loading...
Pendaftaran siaran karya ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 resmi dibuka mulai 1 Juni.
A
A
A
SEMARANG - Pendaftaran siaran karya (Open Submission) ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 resmi dibuka mulai 1 Juni. Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menghadirkan ruang kompetisi ini dengan jangkauan program yang diperluas guna merangsang pertumbuhan ekosistem industri kreatif perfilman di Ibu Kota Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa penyelenggaraan LOFF tahun ini sengaja mengikat program pendanaan ide cerita (Film Fund) dengan target capaian pembangunan daerah. Pihaknya ingin menggandeng pemikiran kritis generasi muda untuk ikut menyuarakan isu-isu strategis secara lebih luas.
"Tema kompetisi Film Fund tahun ini dikunci pada isu 'Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup'. Langkah ini bersesuaian dengan fokus kebijakan makro RPJMD Tahun Ke dua Kota Semarang. Kami menantang para sineas lokal untuk ikut andil mengkampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif. Gerakan ini menjadi bentuk intervensi budaya agar masyarakat lebih peduli pada program prioritas kota," ujar Agustina belum lama ini.
Jalur kompetisi Lawang Sewu Film Fund 2026 dialokasikan khusus bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang. Tim kurator akan menyaring seluruh proposal yang masuk menjadi 10 ide cerita terbaik. Seluruh finalis tersebut bakal mendapatkan fasilitas kelas bimbingan (Mini Lab) intensif secara gratis bersama para sineas nasional. Pada babak akhir, satu ide terbaik akan dipilih untuk mendapatkan fasilitasi dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang agar proposal tersebut dapat diproduksi menjadi sebuah karya film utuh.
Selain jalur pendanaan ide baru, Pemkot Semarang juga membuka ruang kompetisi berskala nasional melalui Lawang Sewu Film Competition (Kompetisi Film Pendek). Jalur ini dibuka untuk kategori pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh penjuru Indonesia. Seluruh karya film fiksi yang didaftarkan wajib memiliki durasi maksimal 15 menit serta diproduksi dalam rentang waktu tahun 2024 hingga 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa penyelenggaraan LOFF tahun ini sengaja mengikat program pendanaan ide cerita (Film Fund) dengan target capaian pembangunan daerah. Pihaknya ingin menggandeng pemikiran kritis generasi muda untuk ikut menyuarakan isu-isu strategis secara lebih luas.
"Tema kompetisi Film Fund tahun ini dikunci pada isu 'Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup'. Langkah ini bersesuaian dengan fokus kebijakan makro RPJMD Tahun Ke dua Kota Semarang. Kami menantang para sineas lokal untuk ikut andil mengkampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif. Gerakan ini menjadi bentuk intervensi budaya agar masyarakat lebih peduli pada program prioritas kota," ujar Agustina belum lama ini.
Jalur kompetisi Lawang Sewu Film Fund 2026 dialokasikan khusus bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang. Tim kurator akan menyaring seluruh proposal yang masuk menjadi 10 ide cerita terbaik. Seluruh finalis tersebut bakal mendapatkan fasilitas kelas bimbingan (Mini Lab) intensif secara gratis bersama para sineas nasional. Pada babak akhir, satu ide terbaik akan dipilih untuk mendapatkan fasilitasi dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang agar proposal tersebut dapat diproduksi menjadi sebuah karya film utuh.
Selain jalur pendanaan ide baru, Pemkot Semarang juga membuka ruang kompetisi berskala nasional melalui Lawang Sewu Film Competition (Kompetisi Film Pendek). Jalur ini dibuka untuk kategori pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh penjuru Indonesia. Seluruh karya film fiksi yang didaftarkan wajib memiliki durasi maksimal 15 menit serta diproduksi dalam rentang waktu tahun 2024 hingga 2026.
Lihat Juga :