Gelar OTT, KPK Tangkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat
Rabu, 03 Juni 2026 - 13:52 WIB
loading...
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkap salah satu pejabat yang ditangkap dalam OTT adalah Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap belasan orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Barat (Jakbar). Salah satu pihak yang tertangkap ialah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus non TPI Jakbar, Ronald Arman Abdullah.
"Salah satunya itu," jawab Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat ditanya terkait salah satu yang ditangkap Kepala Imigrasi Jakbar, Rabu (3/6/2026).
Budi melanjutkan, mereka yang tertangkap terdapat dari pihak swasta. Namun identitasnya belum diungkap. Budi mengungkapkan, operasi senyap ini terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.
Baca juga: Gelar OTT di Jakarta, KPK Tangkap Pejabat Imigrasi Jakbar
"Nanti kita lihat konstruksi perkaranya. Apakah itu masuk suap, atau nanti pemerasan, atau lainnya nanti kita akan sampaikan detailnya," ujarnya.
Selain itu, dalam giat ini turut disita sejumlah barang bukti yang terdiri dari kendaraan, mata uang asing, hingga logam mulia. "Barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas," ujarnya.
Budi belum merincikan masing-masing jumlah dari barang bukti yang disita tersebut. Menurutnya, tim saat ini masih bergerak di lokasi. "Nanti kami akan update secara detail untuk jumlahnya," ucapnya.
"Salah satunya itu," jawab Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat ditanya terkait salah satu yang ditangkap Kepala Imigrasi Jakbar, Rabu (3/6/2026).
Budi melanjutkan, mereka yang tertangkap terdapat dari pihak swasta. Namun identitasnya belum diungkap. Budi mengungkapkan, operasi senyap ini terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.
Baca juga: Gelar OTT di Jakarta, KPK Tangkap Pejabat Imigrasi Jakbar
"Nanti kita lihat konstruksi perkaranya. Apakah itu masuk suap, atau nanti pemerasan, atau lainnya nanti kita akan sampaikan detailnya," ujarnya.
Selain itu, dalam giat ini turut disita sejumlah barang bukti yang terdiri dari kendaraan, mata uang asing, hingga logam mulia. "Barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas," ujarnya.
Budi belum merincikan masing-masing jumlah dari barang bukti yang disita tersebut. Menurutnya, tim saat ini masih bergerak di lokasi. "Nanti kami akan update secara detail untuk jumlahnya," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :