Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Rabu, 03 Juni 2026 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Setelah dinyatakan bersih dan lolos dari skrining empat lembaga hukum tersebut, Tim Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) melakukan verifikasi lapangan sebelum akhirnya dinilai oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Legalitas penghargaan ini kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025 yang ditetapkan pada 10 Desember 2025.
Lihat video: SUMATRA BANGKIT! Mendagri Tito Targetkan Pemulihan Tuntas 3 Tahun
Berdasarkan regulasi Permendagri Nomor 17 Tahun 2024, penganugerahan Satyalancana Wira Karya ini semestinya digelar pada upacara puncak Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember. Namun, Safrizal ZA mengungkapkan terjadi perubahan agenda menyusul transisi pemerintahan dan penyesuaian nomenklatur Kabinet.
Peringatan Hari Nusantara yang sebelumnya dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terakhir kali diselenggarakan pada 2023. Pada 2024 dan 2025, peringatan Hari Nusantara tidak diselenggarakan secara nasional. Oleh karena itu, Kemendagri mengambil inisiatif strategis untuk mengintegrasikan prosesi penyematan tanda kehormatan ini ke dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.
Hal ini dinilai selaras dengan spirit Asta Cita, khususnya dalam mendorong konsep Ekonomi Biru sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang berakar pada kearifan lokal.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pengelolaan kelautan bukan sekadar simbol, melainkan fondasi strategis nasional. Merujuk Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025, luas wilayah daratan Indonesia mencapai 1.892.410,091 Km² dengan 17.380 pulau yang tersebar di 38 Provinsi.
Sementara itu, luas perairan laut nasional menembus 6.400.000 Km² dengan garis pantai sepanjang 108.000 Km. Dengan volume produksi perikanan nasional tahun 2025 yang mencapai 26.262.141 ton senilai Rp117,01 triliun, sektor ini menjadi pilar krusial bagi ketahanan pangan dan posisi geopolitik dunia di delapan global maritime choke points (termasuk Selat Malaka dan tiga ALKI).
Lihat video: SUMATRA BANGKIT! Mendagri Tito Targetkan Pemulihan Tuntas 3 Tahun
Berdasarkan regulasi Permendagri Nomor 17 Tahun 2024, penganugerahan Satyalancana Wira Karya ini semestinya digelar pada upacara puncak Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember. Namun, Safrizal ZA mengungkapkan terjadi perubahan agenda menyusul transisi pemerintahan dan penyesuaian nomenklatur Kabinet.
Peringatan Hari Nusantara yang sebelumnya dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terakhir kali diselenggarakan pada 2023. Pada 2024 dan 2025, peringatan Hari Nusantara tidak diselenggarakan secara nasional. Oleh karena itu, Kemendagri mengambil inisiatif strategis untuk mengintegrasikan prosesi penyematan tanda kehormatan ini ke dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.
Hal ini dinilai selaras dengan spirit Asta Cita, khususnya dalam mendorong konsep Ekonomi Biru sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang berakar pada kearifan lokal.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pengelolaan kelautan bukan sekadar simbol, melainkan fondasi strategis nasional. Merujuk Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025, luas wilayah daratan Indonesia mencapai 1.892.410,091 Km² dengan 17.380 pulau yang tersebar di 38 Provinsi.
Sementara itu, luas perairan laut nasional menembus 6.400.000 Km² dengan garis pantai sepanjang 108.000 Km. Dengan volume produksi perikanan nasional tahun 2025 yang mencapai 26.262.141 ton senilai Rp117,01 triliun, sektor ini menjadi pilar krusial bagi ketahanan pangan dan posisi geopolitik dunia di delapan global maritime choke points (termasuk Selat Malaka dan tiga ALKI).
Lihat Juga :