Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Penanganan Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 11:47 WIB
loading...
Presiden Jokowi menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada Sidang Bersama MPR-DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto/SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi secara menyeluruh penanganan Covid-19 . Jika diperlukan, PP Muhammadiyah menilai Presiden Jokowi dapat mengambil alih dan memimpin langsung agar lebih efektif, terarah dan maksimal.
"Kehadiran Presiden sangat diperlukan di tengah gejala lemahnya kinerja dan sinergi antarkementerian," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam jumpa pers daring, Senin (21/9/2020).
Dia mengatakan, Presiden Jokowi perlu mengevaluasi para menteri agar meningkatkan performa dan profesionalitas kerja sehingga tidak menimbulkan liabilitas pemerintahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, khususnya kepada presiden. "Perlu kebijakan yang tegas dan menyeluruh dalam penanganan Covid-19 secara nasional agar keadaan terkendali," katanya.
(Baca juga: Ingat Ya, Vaksin Terbaik Saat Ini adalah Masker ).
Selain itu, lanjut dia, niscaya diutamakan bahwa penyelamatan jiwa manusia merupakan sesuatu yang terpenting dari lainnya sebagaimana perintah konstitusi agar pemerintah negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia. "Sudah lebih dari enam bulan bangsa Indonesia hidup dalam ancaman pandemi Covid-19 yang oleh pemerintah telah ditetapkan sebagai bencana non-alam," ungkapnya.
(Baca juga: Pandemi Corona, KAMI Berharap Pilkada Ditunda Sampai Batas Waktu Aman ).
Dia melanjutkan, selama lebih dari satu semester, pandemi Covid-19 menimbulkan masalah kesehatan, ekonomi, sosial-budaya, mental-spiritual, politik, dan sebagainya. "Pandemi Covid-19 juga menimbulkan masalah kemanusiaan yang sangat serius," ujarnya.
"Kehadiran Presiden sangat diperlukan di tengah gejala lemahnya kinerja dan sinergi antarkementerian," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam jumpa pers daring, Senin (21/9/2020).
Dia mengatakan, Presiden Jokowi perlu mengevaluasi para menteri agar meningkatkan performa dan profesionalitas kerja sehingga tidak menimbulkan liabilitas pemerintahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, khususnya kepada presiden. "Perlu kebijakan yang tegas dan menyeluruh dalam penanganan Covid-19 secara nasional agar keadaan terkendali," katanya.
(Baca juga: Ingat Ya, Vaksin Terbaik Saat Ini adalah Masker ).
Selain itu, lanjut dia, niscaya diutamakan bahwa penyelamatan jiwa manusia merupakan sesuatu yang terpenting dari lainnya sebagaimana perintah konstitusi agar pemerintah negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia. "Sudah lebih dari enam bulan bangsa Indonesia hidup dalam ancaman pandemi Covid-19 yang oleh pemerintah telah ditetapkan sebagai bencana non-alam," ungkapnya.
(Baca juga: Pandemi Corona, KAMI Berharap Pilkada Ditunda Sampai Batas Waktu Aman ).
Dia melanjutkan, selama lebih dari satu semester, pandemi Covid-19 menimbulkan masalah kesehatan, ekonomi, sosial-budaya, mental-spiritual, politik, dan sebagainya. "Pandemi Covid-19 juga menimbulkan masalah kemanusiaan yang sangat serius," ujarnya.
Lihat Juga :