Peduli Lingkungan, NU Care-Lazisnu Salurkan Daging Kurban Pakai Besek Bambu
Kamis, 28 Mei 2026 - 23:12 WIB
loading...
NU Care-Lazisnu mendistribusikan daging kurban menggunakan besek bambu dan alas daun pisang maupun daun jati. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - NU Care-Lazisnu mendistribusikan daging kurban menggunakan besek bambu dan alas daun pisang maupun daun jati. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan saat perayaan Iduladha.
Direktur Eksekutif NU Care-Lazisnu, Riri Khariroh mengatakan penggunaan wadah alami dalam distribusi daging kurban telah diterapkan sejak 2019.
"Kami menggunakan unsur dari alam, yaitu besek dan daun. Kurban ini adalah kurban yang ramah lingkungan, atau green kurban," ujar Riri di Rumah Potong Hewan Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, penggunaan besek bambu selama sekitar tujuh tahun terakhir bukan hanya bertujuan mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjadi sarana edukasi ekologis dalam kegiatan sosial-keagamaan.
Ia menilai kegiatan kurban seharusnya tidak hanya berorientasi pada ibadah dan distribusi sosial, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Karena itu, NU Care-Lazisnu mendorong penggunaan bahan-bahan alami yang mudah terurai dan dapat didaur ulang.
Penggunaan bahan alami untuk distribusi daging kurban juga dilakukan oleh jaringan NU Care-LAZISNU di berbagai wilayah Indonesia. Penggunaan besek bambu maupun daun dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas dan kesegaran daging dibandingkan penggunaan wadah plastik.
"Daging itu kalau ditaruh di daun pisang ataupun juga di daun jati kondisinya pasti akan lebih fresh dibandingkan dengan wadah plastik, yang mungkin di situ ada mikro-mikro plastik yang itu sebenarnya sangat berbahaya," lanjutnya.
Selain mengurangi penggunaan plastik, Riri menilai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi bagi para pengrajin besek di berbagai daerah. "Ya, penggunaan besek bambu juga dapat meningkatkan ekonomi bagi pengrajin besek, ini cukup banyak diapresiasi," ucapnya.
Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program kurban ramah lingkungan, NU Care-Lazisnu menginstruksikan seluruh jaringannya di tingkat daerah, juga masjid hingga majelis taklim, untuk mengurangi penggunaan plastik selama distribusi daging kurban.
Direktur Eksekutif NU Care-Lazisnu, Riri Khariroh mengatakan penggunaan wadah alami dalam distribusi daging kurban telah diterapkan sejak 2019.
"Kami menggunakan unsur dari alam, yaitu besek dan daun. Kurban ini adalah kurban yang ramah lingkungan, atau green kurban," ujar Riri di Rumah Potong Hewan Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, penggunaan besek bambu selama sekitar tujuh tahun terakhir bukan hanya bertujuan mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjadi sarana edukasi ekologis dalam kegiatan sosial-keagamaan.
Ia menilai kegiatan kurban seharusnya tidak hanya berorientasi pada ibadah dan distribusi sosial, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Karena itu, NU Care-Lazisnu mendorong penggunaan bahan-bahan alami yang mudah terurai dan dapat didaur ulang.
Penggunaan bahan alami untuk distribusi daging kurban juga dilakukan oleh jaringan NU Care-LAZISNU di berbagai wilayah Indonesia. Penggunaan besek bambu maupun daun dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas dan kesegaran daging dibandingkan penggunaan wadah plastik.
"Daging itu kalau ditaruh di daun pisang ataupun juga di daun jati kondisinya pasti akan lebih fresh dibandingkan dengan wadah plastik, yang mungkin di situ ada mikro-mikro plastik yang itu sebenarnya sangat berbahaya," lanjutnya.
Selain mengurangi penggunaan plastik, Riri menilai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi bagi para pengrajin besek di berbagai daerah. "Ya, penggunaan besek bambu juga dapat meningkatkan ekonomi bagi pengrajin besek, ini cukup banyak diapresiasi," ucapnya.
Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program kurban ramah lingkungan, NU Care-Lazisnu menginstruksikan seluruh jaringannya di tingkat daerah, juga masjid hingga majelis taklim, untuk mengurangi penggunaan plastik selama distribusi daging kurban.
(abd)
Lihat Juga :