M Qodari Nilai Pelacakan Kontak Erat dari Pasien Covid-19 Kedodoran

Senin, 21 September 2020 - 10:26 WIB
loading...
M Qodari Nilai Pelacakan...
Pengamat politik Muhammad Qodari mengatakan menilai, pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 kedodoran.
A A A
JAKARTA - Pemerintah pusat dan daerah (pemda) sudah mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Namun, belum juga membuahkan hasil. Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia saat ini sudah mencapai 244.676 orang.

Pengamat politik Muhammad Qodari mengatakan pejabat-pejabat publik saat ini lebih banyak menyatakan meningkatkan testing. Namun, mereka lupa untuk melakukan pelacakan (tracing) yang masif terhadap orang-orang yang diduga orang tanpa gejala (OTG) dan kontak erat dengan pasien Covid-19. “Jangan menunggu ada gejala. Sekarang 86% OTG. Contoh Arief Budiman dan Pramono Ubaid (KPU). Kasusnya (Arief) karena akan ketemu presiden, dites dan positif. Saya mengatakan aspek tracing ini kedodoran,” ucapnya dalam diskusi dari dengan tema “Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi” Minggu (20/9/2020). (Baca juga: Menag Fachrul Razi Positif Covid-19)

Dia menyebut jumlah pelacakan Indonesia masih di bawah standar World Health Organization (WHO). Di Indonesia, pelacakan itu hanya sampai 4 orang. Padahal standar WHO itu satu orang positif, maka harus ada 30 orang kontak erat yang ditemukan dan dilakukan tes Covid-19. “Tracing-nya 1,9 atau 6% (standar) WHO. Tracing hendaknya satu paket dengan karantina. Yang kontak erat harus dimasukan tempat karantina oleh pemerintah agar tidak berkeliaran dan menularkan Covid-19 ke orang lain tanpa mereka sadari,” ujarnya. (Baca juga:Temukan Kasus Covid-19, Pemerintah Harus Cepat Melakukan Pelacakan dan PCR)

Dia mengutip pernyataan dokter Tompi yang menyatakan usaha menurunkan kasus Covid-19 harus dengan tindakan preventif bukan kuratif. Jika kuratif, akan kalah jumlah dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang terbatas. Qodari menyebutkan pemerintah harus terus menggalakkan testing, tracing, dan treatment (3T) dan memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak (3M). Dia mengusulkan agar 3M dimodifikasi dengan bagikan masker, kampanye, dan sanksi (BKS). Saat ini penanganan Covid-19 ini berkejaran dengan “lampu kuning” fasilitas kesehatan.

Qodari secara terbuka mengungkapkan fasilitas kesehatan di Jabodetabek sudah mepet. “Saya bisa mengatakan ini karena ada keluarga terinfeksi Covid-19. Kemudian, kita telpon ke beberapa rumah sakit penuh,” katanya. Fahmi Bahtiar
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Berita Terkini
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved