Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:46 WIB
loading...
Di Forum Internasional...
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat PUI Adhe Nuansa Wibisono bersama Rafik Abdussalem, Mantan Menteri Luar Negeri Tunisia yang juga menantu Rached Ghannouchi. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Persatuan Ummat Islam (PUI) menyampaikan dukungannya terkait pembebasan Syeikh Rached Ghannouchi, tokoh demokratis Muslim dan pemimpin Partai Ennahda Tunisia. Sikap tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat PUI Adhe Nuansa Wibisono dalam Konferensi Islamic Strategic Cooperation in Asia Pacific.

Agenda yang berlangsung pada 15-17 Mei 2026 ini diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan dihadiri oleh representasi dan pemimpin organisasi Muslim serta tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai negara. Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh The International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia didukung oleh Nusantara Academy for Strategic Research (NASR) Malaysia dan IKRAM Malaysia.

Partisipasi PUI diwakili oleh Adhe Nuansa Wibisono, yang turut aktif dalam berbagai sesi penting selama acara berlangsung. Konferensi yang digelar di IAIS Conference Hall ini telah menjadi pertemuan lanjutan antara ormas dan partai politik Islam di Asia-Pasifik pasca Deklarasi Lahore November 2025.

Baca juga: Perbandingan Kekuatan Militer Tunisia vs Israel



Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi umat Muslim, tetapi juga menjadi platform strategis untuk mendiskusikan isu-isu kontemporer serta memperkat kerja sama antarnegara. Tahun 2026 ini Konferensi Muslim Asia-Pasifik dihadiri tokoh-tokoh internasional seperti Datuk Seri Dr. Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan Malaysia, lalu Dr. Rafik Abdessalem, Mantan Menteri Luar Negeri Tunisia dan Dr. Mazlee Malik, Mantan Menteri Pendidikan Malaysia.

Selain itu, hadir para pimpinan partai politik dan ormas Islam lintas negara seperti Mr. Mia Golam Parwar, Sekretaris Jenderal Jamaat Islami Bangladesh, lalu Mr. Asif Luqman Qazi Hussain, Ketua Hubungan Luar Negeri Jamaat Islami Pakistan, hadir pula Nurul Izzah Anwar, Deputi Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia dan Dr. Ata-ur Rahman, Naib Amir Jamaat Islami Pakistan yang semakin menegaskan pentingnya acara ini dalam kancah global.

Dalam agenda khusus Forum Keadilan untuk Ghannouchi yang terdapat dalam konferensi tersebut, Adhe Nuansa Wibisono menyampaikan dukungannya terkait pembebasan Rached Ghannouchi. Wibisono menyampaikan bahwa proses penangkapan Ghannouchi bermotifkan politik dan tidak demokratis.

“Penahanan beliau merupakan sinyal kemunduran demokrasi Tunisia. Kami menentang segala bentuk pemerintahan diktatorian dan otoriter yang membungkam semua suara demokratis di belahan dunia manapun,” ungkapnya, Sabtu (23/05/2026).

Ghannouchi adalah seorang tokoh demokrat Muslim global berusia 84 tahun yang dikagumi dan dihormati banyak pemimpin negara Muslim lainnya seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim. Wibisono menjelaskan bahwa Tunisia awalnya sempat menjadi harapan kebangkitan demokrasi Dunia Arab melalui perjuangan Revolusi Jasmin yang menumbangkan rezim otoriter, tetapi situasi terkini menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Wibisono kemudian menyerukan tuntutan pembebasan Ghannouchi, “Kami menyerukan kepada otoritas Tunisia agar mendengar tuntutan publik internasional, menghormati kedaulatan undang-undang dan segera membebaskan Syeikh Rashid Ghannouchi,” ujarnya.

Partisipasi PUI dalam acara ini juga sejalan dengan visi organisasi untuk memperkuat peran umat Islam dalam membangun peradaban yang lebih baik. PUI berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi Islam internasional, serta berkontribusi dalam memajukan umat Islam di tingkat global.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PUI Apresiasi Komitmen...
PUI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Gelar Lari Bersama,...
Gelar Lari Bersama, PPI Tunisia dan Diasporun Gaungkan Hidup Sehat serta Cinta Tanah Air
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Berita Terkini
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved