Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi
Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Dalam agenda khusus Forum Keadilan untuk Ghannouchi yang terdapat dalam konferensi tersebut, Adhe Nuansa Wibisono menyampaikan dukungannya terkait pembebasan Rached Ghannouchi. Wibisono menyampaikan bahwa proses penangkapan Ghannouchi bermotifkan politik dan tidak demokratis.
“Penahanan beliau merupakan sinyal kemunduran demokrasi Tunisia. Kami menentang segala bentuk pemerintahan diktatorian dan otoriter yang membungkam semua suara demokratis di belahan dunia manapun,” ungkapnya, Sabtu (23/05/2026).
Ghannouchi adalah seorang tokoh demokrat Muslim global berusia 84 tahun yang dikagumi dan dihormati banyak pemimpin negara Muslim lainnya seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim. Wibisono menjelaskan bahwa Tunisia awalnya sempat menjadi harapan kebangkitan demokrasi Dunia Arab melalui perjuangan Revolusi Jasmin yang menumbangkan rezim otoriter, tetapi situasi terkini menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Wibisono kemudian menyerukan tuntutan pembebasan Ghannouchi, “Kami menyerukan kepada otoritas Tunisia agar mendengar tuntutan publik internasional, menghormati kedaulatan undang-undang dan segera membebaskan Syeikh Rashid Ghannouchi,” ujarnya.
Partisipasi PUI dalam acara ini juga sejalan dengan visi organisasi untuk memperkuat peran umat Islam dalam membangun peradaban yang lebih baik. PUI berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi Islam internasional, serta berkontribusi dalam memajukan umat Islam di tingkat global.
“Penahanan beliau merupakan sinyal kemunduran demokrasi Tunisia. Kami menentang segala bentuk pemerintahan diktatorian dan otoriter yang membungkam semua suara demokratis di belahan dunia manapun,” ungkapnya, Sabtu (23/05/2026).
Ghannouchi adalah seorang tokoh demokrat Muslim global berusia 84 tahun yang dikagumi dan dihormati banyak pemimpin negara Muslim lainnya seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim. Wibisono menjelaskan bahwa Tunisia awalnya sempat menjadi harapan kebangkitan demokrasi Dunia Arab melalui perjuangan Revolusi Jasmin yang menumbangkan rezim otoriter, tetapi situasi terkini menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Wibisono kemudian menyerukan tuntutan pembebasan Ghannouchi, “Kami menyerukan kepada otoritas Tunisia agar mendengar tuntutan publik internasional, menghormati kedaulatan undang-undang dan segera membebaskan Syeikh Rashid Ghannouchi,” ujarnya.
Partisipasi PUI dalam acara ini juga sejalan dengan visi organisasi untuk memperkuat peran umat Islam dalam membangun peradaban yang lebih baik. PUI berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi Islam internasional, serta berkontribusi dalam memajukan umat Islam di tingkat global.
(rca)
Lihat Juga :