Ketum Gerakan Cinta Prabowo Sebut Film Pesta Babi Provokatif
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
"Artinya, berdialoglah dengan masyarakat, berikan kesadaran, berikan pengetahuan, berikan perubahan sehingga mereka bisa menerima suatu ide atau inovasi. Lalu setelah pembangunan dilakukan, lakukan komunikasi," tuturnya.
Emrus mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan yang terjadi di wilayah Papua sebagaimana dalam film tersebut. Dia mempertanyakan apakah dalam proses komunikasi tersebut dilakukan.
"Sekarang kita lihat proyek sedang berjalan, apakah mereka berkomunikasi juga dengan masyarakat sekitar sampai mereka paham betul. Lalu, proyek itu berjalan terus dilakukan juga komunikasi," paparnya.
Emrus menjabarkan, seharusnya komunikasi itu dilakukan dalam proses pembangunan, tak terkecuali di wilayah Papua, tidak asal melakukan pembabatan hutan tanpa ada komunikasi. Selain itu, sejatinya kayu-kayu hasil pembabatan hutan bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat setempat.
"Jadi, dimulai dengan komunikasi, dilanjutkan dengan komunikasi, dan seterusnya dengan komunikasi. Ini yang tidak dilakukan, harmonisasi. Ini tidak dilakukan, langsung babat hutan. Salah satu pembabatan hutan saya lihat di film itu kayu-kayunya saja ditumpuk sedemikian rupa, padahal bisa komunitas loh itu," bebernya.
(zik)
Lihat Juga :