Menhan Targetkan 2026 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Ada di Seluruh Kabupaten di Jawa
Selasa, 19 Mei 2026 - 14:16 WIB
loading...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menargetkan pada 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pada 2026, ditargetkan seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.
"Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 Kabupaten. Insya Allah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan," katanya, saat rapat bersama Komisi I DPR Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026)
Sjafrie mengungkapkan, adanya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan diharapkan mampu membantu menekan angka kriminal di masyarakat terutama aksi begal. Sebab, tugas dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan baik
itu kendaraan listrik maupun kendaraan non-listrik.
Baca juga: Menhan Targetkan Bentuk 150 Batalyon per Tahun untuk Jaga Wilayah dan Aset Vital
Sjafrie berharap keberadaannya mampu membangun sistem keamanan lingkungan (Siskamling), yang sebelumnya sudah menurun aktivitasnya.
"Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan dan sebagainya. Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50%," ujarnya.
Kemudian, adanya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama UKM.
Lihat video: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Markas Yonif TP 821/SB Pulau Buru, Makan Siang Bareng Prajurit
"Contoh gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia seribu orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti dia Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Itu menimbulkan UKM," tuturnya.
Lalu, keberadaan batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga ditujukan untik membantu akses kesehatan, yakni satu prajurit rela untuk donor darah tiga kali setahun.
"Sehingga kita bikin bank darah sendiri untuk penampung siapa yang ingin mengambil memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah. Dan tidak dipungut bayaran. Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum dhuafa. Hanya memang kita beri profilaksis setelah ambil darah ada bantuan-bantuan supaya mereka tetap sehat-sehat saja. Nah ini keberadaan dari Batalyon Teritorial Pembangunan ini," ucapnya.
"Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 Kabupaten. Insya Allah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan," katanya, saat rapat bersama Komisi I DPR Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026)
Sjafrie mengungkapkan, adanya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan diharapkan mampu membantu menekan angka kriminal di masyarakat terutama aksi begal. Sebab, tugas dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan baik
itu kendaraan listrik maupun kendaraan non-listrik.
Baca juga: Menhan Targetkan Bentuk 150 Batalyon per Tahun untuk Jaga Wilayah dan Aset Vital
Sjafrie berharap keberadaannya mampu membangun sistem keamanan lingkungan (Siskamling), yang sebelumnya sudah menurun aktivitasnya.
"Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan dan sebagainya. Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50%," ujarnya.
Kemudian, adanya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama UKM.
Lihat video: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Markas Yonif TP 821/SB Pulau Buru, Makan Siang Bareng Prajurit
"Contoh gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia seribu orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti dia Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Itu menimbulkan UKM," tuturnya.
Lalu, keberadaan batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga ditujukan untik membantu akses kesehatan, yakni satu prajurit rela untuk donor darah tiga kali setahun.
"Sehingga kita bikin bank darah sendiri untuk penampung siapa yang ingin mengambil memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah. Dan tidak dipungut bayaran. Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum dhuafa. Hanya memang kita beri profilaksis setelah ambil darah ada bantuan-bantuan supaya mereka tetap sehat-sehat saja. Nah ini keberadaan dari Batalyon Teritorial Pembangunan ini," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :