Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Senin, 18 Mei 2026 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2021, kerja sama tersebut difokuskan pada program revitalisasi Batik Bhinneka Tunggal Ika. Program ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman generasi muda terhadap keberagaman Indonesia melalui pendekatan budaya yang kreatif, edukatif, dan mudah diterima.
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh IPI bukan hanya memberikan kontribusi terhadap peradaban, tetapi juga membangun budaya pluralisme. Pancasila pada esensinya merupakan wujud dari nilai gotong royong, dan melalui batik nilai-nilai tersebut dapat diterapkan serta disampaikan kepada generasi muda.
"Diharapkan generasi muda dapat meneruskan esensi budaya bangsa yang sejalan dengan ideologi Pancasila, sehingga program ini dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan keberagaman nasional," kata Rima.
Sedangkan, Perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa batik bukan hanya berupa kain, tetapi juga merupakan identitas budaya dan wujud moral dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini mencerminkan implementasi nilai Asta Ekraf karena mempertemukan unsur pemerintah, pendidik, pembatik, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda.
Disampaikan bahwa masa depan ekonomi kreatif berada di tangan generasi muda, sehingga program seperti ini perlu terus dikembangkan. Budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus terus dikolaborasikan dengan kreativitas generasi muda sebagai ujung tombak budaya Indonesia.
Pameran Batik Bhinneka Tunggal Ika ini menjadi salah satu wujud nyata dalam pelestarian budaya bangsa melalui kolaborasi lintas sektor. Batik dipandang bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan pluralisme, penguatan nilai Pancasila, serta sarana untuk menanamkan semangat kebhinekaan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelestarian batik dapat terus dikembangkan secara kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh IPI bukan hanya memberikan kontribusi terhadap peradaban, tetapi juga membangun budaya pluralisme. Pancasila pada esensinya merupakan wujud dari nilai gotong royong, dan melalui batik nilai-nilai tersebut dapat diterapkan serta disampaikan kepada generasi muda.
"Diharapkan generasi muda dapat meneruskan esensi budaya bangsa yang sejalan dengan ideologi Pancasila, sehingga program ini dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan keberagaman nasional," kata Rima.
Sedangkan, Perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa batik bukan hanya berupa kain, tetapi juga merupakan identitas budaya dan wujud moral dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini mencerminkan implementasi nilai Asta Ekraf karena mempertemukan unsur pemerintah, pendidik, pembatik, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda.
Disampaikan bahwa masa depan ekonomi kreatif berada di tangan generasi muda, sehingga program seperti ini perlu terus dikembangkan. Budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus terus dikolaborasikan dengan kreativitas generasi muda sebagai ujung tombak budaya Indonesia.
Pameran Batik Bhinneka Tunggal Ika ini menjadi salah satu wujud nyata dalam pelestarian budaya bangsa melalui kolaborasi lintas sektor. Batik dipandang bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan pluralisme, penguatan nilai Pancasila, serta sarana untuk menanamkan semangat kebhinekaan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelestarian batik dapat terus dikembangkan secara kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
(rca)
Lihat Juga :