Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Ita menjelaskan, buku tersebut mengulas kepemimpinan Kiai Wahab melalui pendekatan The Mastermind of Movement, yang menggambarkan kemampuan beliau membangun gerakan sosial-keagamaan secara inklusif, strategis, dan visioner.
Kiai Wahab Hasbullah dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926 bersama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia juga berperan besar dalam perjuangan Komite Hijaz serta menggagas gerakan intelektual dan kebangsaan seperti Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali spirit perjuangan ulama pesantren dalam membangun Indonesia.
“Bedah buku ini bukan sekadar membaca sejarah tokoh, tetapi memahami bagaimana pemikiran Kiai Wahab Hasbullah menjadi fondasi moderasi, pendidikan, dan kecintaan terhadap NKRI. Spirit itulah yang penting diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ida.
Kegiatan bedah buku dihadiri 3 narasumber yakni Penulis Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah KH. Abdul Mun'im, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah danAkademisi dan Tokoh NU Lampung KH. Ahmad Ishomuddin serta dihadiri sekitar 1.500 peserta dari kalangan pesantren, akademisi, mahasiswa, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah.
Forum tersebut juga diwarnai penguatan komitmen bersama dalam kampanye “Pesantren Stop Kekerasan” sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan pesantren yang aman, inklusif, dan humanis.
Kiai Wahab Hasbullah dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926 bersama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia juga berperan besar dalam perjuangan Komite Hijaz serta menggagas gerakan intelektual dan kebangsaan seperti Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali spirit perjuangan ulama pesantren dalam membangun Indonesia.
“Bedah buku ini bukan sekadar membaca sejarah tokoh, tetapi memahami bagaimana pemikiran Kiai Wahab Hasbullah menjadi fondasi moderasi, pendidikan, dan kecintaan terhadap NKRI. Spirit itulah yang penting diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ida.
Kegiatan bedah buku dihadiri 3 narasumber yakni Penulis Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah KH. Abdul Mun'im, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah danAkademisi dan Tokoh NU Lampung KH. Ahmad Ishomuddin serta dihadiri sekitar 1.500 peserta dari kalangan pesantren, akademisi, mahasiswa, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah.
Forum tersebut juga diwarnai penguatan komitmen bersama dalam kampanye “Pesantren Stop Kekerasan” sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan pesantren yang aman, inklusif, dan humanis.
(cip)
Lihat Juga :