Evita Tegaskan Soliditas di Munas VI KBPP Polri, Kabaharkam: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Jum'at, 15 Mei 2026 - 14:18 WIB
loading...
Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto dan Ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty menghadiri Munas VI Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri. Munas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) VI Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks dan dinamis. Ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty menegaskan bahwa kekuatan organisasi hanya dapat dibangun melalui persatuan, loyalitas, dan kebersamaan seluruh anggota.
Dalam sambutannya di hadapan peserta Munas dari 34 provinsi, Evita menyampaikan bahwa tema “Solid untuk Polri dan Negeri” dipilih sebagai bentuk komitmen KBPP Polri dalam mendukung stabilitas dan keamanan nasional bersama Polri.
“Organisasi yang terpecah belah adalah organisasi yang lemah. Organisasi seperti itu tidak akan mampu melangkah jauh dan mencapai tujuan mulianya,” ujar Evita.
Baca juga: Kapolri Ajak KBPP Polri Dukung Program Pemerintahan Prabowo Subianto
Soliditas bukan sekadar menunjukkan kekompakan secara lahiriah melainkan mencerminkan kuatnya persatuan, loyalitas, semangat persaudaraan, serta kesamaan visi dan arah perjuangan di seluruh tingkatan organisasi.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan munculnya berbagai ancaman seperti disinformasi, intoleransi, hingga radikalisme, KBPP Polri harus terus bertransformasi dan hadir mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
“KBPP Polri tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. KBPP Polri harus menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat, menjadi perekat kebangsaan, menjadi mitra strategis Polri, serta menjadi bagian dari solusi bangsa,” ungkapnya.
Evita mengingatkan KBPP Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan organisasi karena lahir langsung dari semangat pengabdian keluarga besar Polri dan berdiri berdasarkan TR Kepolisian RI pada 2001.
Melalui transformasi digital dan berbagai kegiatan sosial maupun olahraga, KBPP Polri kini semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto berharap KBPP Polri dapat terus menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Jadilah agen yang ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” katanya.
Dia mendorong KBPP Polri mengambil peran sebagai akselerator program pemerintah, mulai dari penyuluhan bahaya narkoba, penggerak ekonomi kerakyatan, hingga edukasi ketahanan pangan sederhana di lingkungan masyarakat.
“Yang jelas, KBPP Polri harus punya nilai manfaat sebagai organisasi kemasyarakatan karena memang sifatnya sosial kemasyarakatan,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Dia juga menyinggung situasi keamanan nasional di tengah isu kenaikan harga dan BBM. Dia memastikan kondisi Indonesia masih aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
“Jalan raya masih macet, masyarakat di mal dan pasar juga masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada ketakutan atau kepanikan, berarti Indonesia masih aman, insyaallah,” tuturnya.
Pemerintah masih mempertahankan subsidi BBM dan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) satu hari dalam seminggu sebagai bentuk efisiensi dan penghematan. Terkait harga kebutuhan pokok, Karyoto meminta seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran bersama agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.
“Kalau memang wajarnya naik Rp500, jangan dinaikkan sampai Rp3.000. Jangan karena harga BBM naik, semua harga ikut dinaikkan berlebihan. Kasihan masyarakat,” katanya.
Dalam sambutannya di hadapan peserta Munas dari 34 provinsi, Evita menyampaikan bahwa tema “Solid untuk Polri dan Negeri” dipilih sebagai bentuk komitmen KBPP Polri dalam mendukung stabilitas dan keamanan nasional bersama Polri.
“Organisasi yang terpecah belah adalah organisasi yang lemah. Organisasi seperti itu tidak akan mampu melangkah jauh dan mencapai tujuan mulianya,” ujar Evita.
Baca juga: Kapolri Ajak KBPP Polri Dukung Program Pemerintahan Prabowo Subianto
Soliditas bukan sekadar menunjukkan kekompakan secara lahiriah melainkan mencerminkan kuatnya persatuan, loyalitas, semangat persaudaraan, serta kesamaan visi dan arah perjuangan di seluruh tingkatan organisasi.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan munculnya berbagai ancaman seperti disinformasi, intoleransi, hingga radikalisme, KBPP Polri harus terus bertransformasi dan hadir mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
“KBPP Polri tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. KBPP Polri harus menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat, menjadi perekat kebangsaan, menjadi mitra strategis Polri, serta menjadi bagian dari solusi bangsa,” ungkapnya.
Evita mengingatkan KBPP Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan organisasi karena lahir langsung dari semangat pengabdian keluarga besar Polri dan berdiri berdasarkan TR Kepolisian RI pada 2001.
Melalui transformasi digital dan berbagai kegiatan sosial maupun olahraga, KBPP Polri kini semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto berharap KBPP Polri dapat terus menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Jadilah agen yang ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” katanya.
Dia mendorong KBPP Polri mengambil peran sebagai akselerator program pemerintah, mulai dari penyuluhan bahaya narkoba, penggerak ekonomi kerakyatan, hingga edukasi ketahanan pangan sederhana di lingkungan masyarakat.
“Yang jelas, KBPP Polri harus punya nilai manfaat sebagai organisasi kemasyarakatan karena memang sifatnya sosial kemasyarakatan,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Dia juga menyinggung situasi keamanan nasional di tengah isu kenaikan harga dan BBM. Dia memastikan kondisi Indonesia masih aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
“Jalan raya masih macet, masyarakat di mal dan pasar juga masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada ketakutan atau kepanikan, berarti Indonesia masih aman, insyaallah,” tuturnya.
Pemerintah masih mempertahankan subsidi BBM dan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) satu hari dalam seminggu sebagai bentuk efisiensi dan penghematan. Terkait harga kebutuhan pokok, Karyoto meminta seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran bersama agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.
“Kalau memang wajarnya naik Rp500, jangan dinaikkan sampai Rp3.000. Jangan karena harga BBM naik, semua harga ikut dinaikkan berlebihan. Kasihan masyarakat,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :