Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Jum'at, 15 Mei 2026 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai 6 derajat 47 menit, elongasi hilal hakiki 10 derajat 40 menit, dan lama hilal di atas ufuk 30 menit 56 detik.
Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal sudah di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Bahkan di Aceh, elongasinya sudah memenuhi kriteria qath'iyu rukyah Nahdlatul Ulama (QRNU), di atas 9,9 derajat. Artinya, hampir dipastikan masuk bulan baru di hari berikutnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Zulhijah 1447 H dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 17 Mei 2025 M Penentu Awal Bulan Zulhijah 1447 H.
Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi akan terjadi pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 M, pukul 20.00.55 UT atau Ahad, 17 Mei 2026 M, pukul 03.00.55 WIB atau Ahad, 17 Mei 2026 M, pukul 04.00.55 WITA atau Ahad, 17 Mei 2026 M, pukul 05.00.55 WIT.
Di wilayah Indonesia pada tanggal 17 Mei 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.26.20 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.46.59 WIB di Sabang, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 17 Mei 2026 di wilayah Indonesia.
Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 3.29 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 6.95 derajat di Sabang, Aceh. Sementara itu, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 8.91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 10.62 derajat di Sabang, Aceh.
Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 12.42 jam di Merauke, Papua sampai dengan 15.77 jam di Sabang, Aceh. Adapun lama Hilal di atas ufuk saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 18.42 menit di Merauke, Papua sampai dengan 35.8 menit di Sabang, Aceh.
“Data-data di atas menunjukkan potensi besar bulan Zulhijah jatuh esoknya mengingat sudah terpenuhinya kriteria imkanur rukyah, bahkan qath'iy rukyah. Karenanya, besar kemungkinan tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026. Sementara Iduladha, 10 Zulhijah 1447 H akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 M,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Iduladha 2026 atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu 27 Mei 2026 mendatang. Sedangkan Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa 26 Mei 2026.
Awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin 18 Mei 2026. Keputusan PP Muhammadiyah ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal sudah di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Bahkan di Aceh, elongasinya sudah memenuhi kriteria qath'iyu rukyah Nahdlatul Ulama (QRNU), di atas 9,9 derajat. Artinya, hampir dipastikan masuk bulan baru di hari berikutnya.
Perhitungan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Zulhijah 1447 H dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 17 Mei 2025 M Penentu Awal Bulan Zulhijah 1447 H.
Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi akan terjadi pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 M, pukul 20.00.55 UT atau Ahad, 17 Mei 2026 M, pukul 03.00.55 WIB atau Ahad, 17 Mei 2026 M, pukul 04.00.55 WITA atau Ahad, 17 Mei 2026 M, pukul 05.00.55 WIT.
Di wilayah Indonesia pada tanggal 17 Mei 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.26.20 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.46.59 WIB di Sabang, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 17 Mei 2026 di wilayah Indonesia.
Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 3.29 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 6.95 derajat di Sabang, Aceh. Sementara itu, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 8.91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 10.62 derajat di Sabang, Aceh.
Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 12.42 jam di Merauke, Papua sampai dengan 15.77 jam di Sabang, Aceh. Adapun lama Hilal di atas ufuk saat Matahari terbenam pada 17 Mei 2026, berkisar antara 18.42 menit di Merauke, Papua sampai dengan 35.8 menit di Sabang, Aceh.
“Data-data di atas menunjukkan potensi besar bulan Zulhijah jatuh esoknya mengingat sudah terpenuhinya kriteria imkanur rukyah, bahkan qath'iy rukyah. Karenanya, besar kemungkinan tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026. Sementara Iduladha, 10 Zulhijah 1447 H akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 M,” pungkasnya.
Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026
Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Iduladha 2026 atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu 27 Mei 2026 mendatang. Sedangkan Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa 26 Mei 2026.
Awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin 18 Mei 2026. Keputusan PP Muhammadiyah ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Lihat Juga :